Sabtu, 31 Maret 2018

Membuat Kabel Jaringan (Kabel LAN), Setting IP Address dan Sharing Folder

Praktik Membuat Kabel Jaringan (Kabel LAN), Setting IP Address dan Sharing Folder
13.2A.21
Vadlya Maarif, M.Kom.

  I.     Membuat Kabel Jaringan (Kabel LAN)
Yang dibutuhkan dalam membuat sebuah kabel LAN yaitu Kabel, Konektor, Tang Crimping dan Kabel Tester.
1.   Kabel
Kabel merupakan perangkat yang digunakan sebagai jalur yang menghubungkan antara perangkat satu dengan perangkat yang lain. Terdapat beberapa jenis kabel yang digunakan dalam jaringan komputer, diantaranya adalah :
v  Coaxial
Kabel ini sering digunakan untuk antena televisi dan transmisi telepon jarak jauh. Konektornya adalah BNC (British Naval Connector). Kabel ini terbagi menjadi 2, yaitu:
 Coaxial baseband (kabel 50 ohm) –digunakan untuk transmisi digital.
 Coaxial broadband (kabel 75 ohm) –digunakan untuk transmisi analog.

Tipe kabel coaxial juga dibagi 2, yaitu:
a.   Thin (thinnet)
Kabel jenis ini lebih fleksibel, lebih gampang digunakan, dan lebih murah daripada kabel thick.

b.   Thick (thicknet)
Lebih tebal, susah dibengkokkan, jangkauannya labih jauh daripada thin, dan harganya lebih mahal daripada thin.

Kelebihan Coaxial :
 Hampir tidak terpengaruh noise
 Harga relatif murah
Kelemahan Coaxial :
 Penggunaannya mudah dibajak
 Phick coaxial sulit untuk dipasang pada beberapa jenis ruang


v  Twisted Pair
Kabel ini sering digunakan pada kabel telepon. Pada komputer konektornya adalah RJ-45.

Kabel ini terbagi menjadi 2, yaitu:
a.   STP (Shielded Twisted Pair)
Di dalamnya ada satu lapisan pelindung kabel internal yang fungsinya melindungi data dari gangguan pada saat ditransmisikan.

b.   UTP (Unshielded Twisted Pair)
Tidak memiliki lapisan pelindung.

Kelebihan Twisted Pair :
 Harga relatif paling murah di antara kabel jaringan lainnya
 Mudah dalam membangun instalasi
Kelemahan Twisted Pair :
 Jarak jangkau hanya 100 m dan kecepatan transmisi relatif terbatas (1 Gbps)
 Mudah terpengaruh noise (gangguan)


v  Fiber Optic (Serat Optik)
Ukuran kabel ini kecil dan terbuat dari serat optik. Kabel ini dibagi menjadi 2, yaitu:
a. Multi mode
Penjalaran cahaya dari satu ujung ke ujung lainnya pada kabel jenis ini dapat melalui beberapa lintasan cahaya karena diameter intinya (core) cukup besar (50 mm).

b. Single mode
Diameter intinya hanya 3-10 mm sehingga penjalaran cahaya hanya dapat melalui satu lintasan.

Kelebihan Fiber Optic :
 Ukuran kecil dan ringan
 Sulit dipengaruhi interferensi/ gangguan
 Redaman transmisinya kecil
 Bidang frekuensinya lebar
Kelemahan Fiber Optic :
 Instalasinya cukup sulit
 Tidak fleksibel
 Harga relatif mahal


2.  Konektor
Merupakan perangkat yang digunakan sebagai penghubung kabel jaringan. Konertor terpasang pada ujung – ujung kabel. Jenis konektor yang digunakan harus disesuaikan dengan jenis kabel yang dipergunakan.
v  Konektor RJ45 (Regsitered Jack) merupakan konektor yang digunakan untuk jenis Kabel UTP.

v  Konektor BNC (British Naval Connector) merupakan konektor yang digunakan untuk jenis kabel Coaxial.

v  Konektor ST merupakan konektor yang digunakan untuk jenis kabel Fiber Optic. Bentuknya hampir mirip dengan konektor BNC. Konektor ini umum digunakan untuk Single Mode maupun Multi Mode.


3.  Tang Crimping
Merupakan peralatan yang digunakan untuk memasang konektor RJ45 dan kabel UTP.


4.  Kabel Tester
Merupakan peralatan yang digunakan untuk menguji hasil pemasangan konektor pada kabel. Apakah pemasangan konektor sudah benar atau belum.


Dalam praktik kali ini, kita menggunakan kabel UTP. Adapun tiga tipe pengkabelan yang dapat digunakan untuk memasang konektor pada kabel yaitu :
1. Straight Trough digunakan untuk menghubungkan antar device yang berbeda seperti komputer dengan hub atau dengan switch. Urutan warna kabel pada ujung yang satu sama dengan urutan warna pada ujung yang lain.

2. Crossover digunakan untuk menghubungkan antar device yang sama seperti komputer dengan komputer atau hub dengan hub. Urutan warna kabel pada ujung yang satu tidak sama dengan urutan warna pada ujung yang lain

3. Rollover digunakan untuk menghubungkan dua perangkat jaringan dengan perangkat berbeda yang memiliki konsol. Biasanya digunakan untuk router dengan kabel UTP pipih. Urutan warna kabel pada ujung yang satu tidak sama dengan urutan warna pada ujung yang lain. Urutannya pun tidak sama dengan urutan tipe crossover.



Inilah langkah – langkah memasang konektor RJ45 pada kabel UTP :
1.   Siapkan peralatan yang dibutuhkan yaitu Kabel UTP, Konektor RJ45, Tang Crimping dan Kabel Tester.
2.  Kupas bagian luar kabel UTP (pembungkus kabel kecil warna warni), kira – kira sepanjang 2 – 3 cm dengan menggunakan pengupas kabel yang ada pada tang crimping (pada bagian seperti dua buah silet yang saling berhadapan).
3.  Pisahkan dan kelompokkan empat pasang kabel yang ada dan uraikan pasangan – pasangan kabel tersebut.
4.  Susun kabel sesuai dengan keperluan. Untuk konektor pertama susun dengan susunan standar tipe pengkabelan Straight Trough.
5.  Rapikan susunan kabel, dan potong ujung kabel yang tidak rata dengan pemotong kabel yang ada pada tang crimping (bagian yang memiliki satu buah pisau). Pastikan jarak antara pembungkus kabel sampai ujung kabel masuk pada konektor RJ45.
6.  Masukan kabel ke konektor RJ45 sampai ujung – ujung kabel terlihat dibagian depan konektor RJ45.
7.  Setelah yakin urutan warna dan posisi kabel sudah masuk dengan baik ke konektor RJ45, masukan kabel berkonektor RJ45 ke tang crimping untuk dipres. Saat konektor didalam crimping tool, pastikan kembali kabel sudah sepenuhnya menyentuh bagian depan konektor RJ45 dengan mendorong kabel ke dalam konektor RJ45. Pastikan juga sebagian pembungkus kabel masuk juga ke dalam konektor RJ45.
8.  Tekan tang crimping supaya semua pin pada konektor RJ45 masuk dan menembus pelindung kabel – kabel kecil. Jika dalam menekan tang crimping kurang kuat, maka kemungkinan kabel tidak tersobek oleh pin RJ45 sehingga kabel tersebut tidak konek. Dan apabila pembungkus luar kabel tidak masuk ke dalam konektor RJ45 akibatnya kabel tersebut sering mengalami pergerakkan sehingga posisi kabel akan bergeser.
9.  Ulangi langkah – langkah di atas untuk ujung kabel yang lainnya. Perhatikan susunan warna kabel, apakah menggunakan tipe pengkabelan Straight Trough, Crossover atau Rollover.
10.Setelah kedua konektor terpasang pada kabel UTP, lakukan tes pada kabel dengan menggunakan Kabel Tester.

II.    Setting IP Address (Windows 10)
Langkah – langkah setting IP Address:
1.   Pastikan kabel LAN terpasang pada dua PC (Personal Computer).
2.  Klik Start ->ketikan ‘Control Panel’ lalu klik ikonnya, klik ikon Network and Internet dan klik Network and Sharing Center atau Klik kanan ikon Network and Sharing Center pada System Tray -> klik Open Network and Sharing Center.

3.  Selanjutnya akan ditampilkan jendela Network and Sharing Center.

4.  Klik Change Adapter Setting -> klik dua kali pada Ethernet (Unidentified network) lalu pada kotak dialog Ethernet Status klik ‘Properties’ atau klik kanan lalu ‘Properties’.

5.  Akan muncul kotak dialog Ethernet Properties lalu klik dua kali pada Internet Protocol Version 4 (TCP/IPv4).

6.  Pada kotak dialog Internet Protocol Version 4 (TCP/IPv4) Properties pilih Use the following IP Address. Masukkan IP Address, Subnet Mask dan Default Gateway-nya.
Sebagai contoh PC-A menggunakan IP Address 192.168.10.1, Subnet Mask 255.255.255.0 dengan Default Gateway 192.168.10.1, sedangkan menggunakan IP Address 192.168.10.2, Subnet Mask 255.255.255.0 dengan Default Gateway 192.168.10.2. lalu klik OK untuk mengakhiri.


Langkah menguji koneksi jaringan :
1.   Tekan tombol Windows + R pada keyboard, lalu ketik ‘cmd’ dan tekan Enter.

2.  Pada jendela Command Prompt ketik ‘ping <IP Address>’. Sebagai contoh, dari PC-B akan menguji koneksi terhadap PC-A, maka pada Command Prompt ketik ‘ping 192.168.10.1’ kemudian tekan Enter.
3.  Jika pesan yang ditampilkan Reply from 192.168.10.1, maka antara PC-A dengan PC-B telah terhubung. Tetapi jika pesan yang ditampilkan Request Timed Out, maka antara PC-A dengan PC-B belum terhubung. Apabila dalam pengujian koneksi belum terhubung, maka cek kembali kabel dan konektor yang terpasang serta IP Address-nya.


III.    Sharing Folder (Windows 10) :
Langkah untuk melakukan sharing folder :
1.   Buka File Explorer menggunakan tombol Windows + E atau klik Start -> File Explorer.

2.  Pilih folder yang ingin di sharing. Sebagai contoh folder yang ingin disharing adalah folder PRAKTIKUM JARINGAN KOMPUTER.
3.  Klik kanan pada folder PRAKTIKUM JARINGAN KOMPUTER dan pilih Share with lalu pilih Specific People...

4.  Pada kotak dialog File Sharing, klik drop-down untuk menentukan user yang dapat mengakses folder yang di sharing. Pilih Everyone jika menginginkan semua pengguna dapat mengakses folder yang di sharing atau dapat memilih Create a new user untuk menentukan user mana saja yang dapat mengakses folder yang di sharing.
5.  Setelah menentukan user yang dapat mengakses folder yang di sharing, klik Add.
6.  Tentukan hak akses untuk user pada bagian Permission Level.
7.  Klik Share untuk memulai proses sharing folder.

8.  Selanjutnya akan ditampilkan hasil sharing folder, klik Done untuk mengakhiri proses sharing folder.

9.  Selanjutnya, pada File Explorer akan ditampilkan folder yang telah di sharing.


Langkah mengakses folder sharing PC lain :
1.   Buka File Explorer menggunakan tombol Windows + E atau klik Start -> File Explorer lalu pilih Network.
2.  Apabila pada bagian Network tidak ditampilkan komputer yang terhubung dengan jaringan, maka aktifkan terlebih dahulu Network discovery dan File and Printer sharing. Untuk mengaktifkannya buka dulu Network and Sharing Center. Pilih Change advanced sharing.

3.  Pilih drop-down pada bagian Guest or Public (current profile), pilih Turn on network discovery dan Turn on file dan printer sharing lalu Save Changes.

4.  Kembali ke File Explorer dan pilih komputer yang ingin baca foldernya, contoh PC-A, klik dua kali pada PC-A. Kemudian akan ditampilkan kotak dialog pengisian User name dan Password.
5.  Jika ingin mengakses folder tanpa ada pengisian User name dan Password, maka matikan Password protected sharing pada PC-A. PC-A masuk Change advanced sharing seperti diatas tetapi pilih drop-down All Network dan pilih Turn off password protected sharing lalu Save changes.

6.  Cara lain membaca folder yang di sharing PC lain, buka File Explorer pilih Map Network Drive.

7. Lalu ketikkan \\Nama PC atau IP Address\Nama Folder Sharing lalu Finish.


Referensi :
MADCOMS (2015). Sistem Jaringan Komputer untuk Pemula. Yogyakarta: Penerbit Andi.

Modul E – learning BSI (2017). Media Transmisi Kabel dan Nirkabel (Pertemuan 5).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar