SUBNETTING
13.2A.21
Vadlya Maarif,
M.Kom.
I. Pengertian Subnetting
Subnetting adalah membagi jaringan
ke dalam beberapa bagian dengan ‘memecah’ host id subnet mask untuk dijadikan
beberapa network id baru bagi jaringan – jaringan yang lebih kecil. Sederhananya,
subnet mask seperti yang ada dibawah ini, masih masih bisa dibagi lagi menjadi
beberapa rentang jaringan kecil.
Kelas
|
Subnet Mask
|
Biner
|
A
|
255.0.0.0
|
11111111.00000000.00000000.00000000
|
B
|
255.255.0.0
|
11111111.11111111.00000000.00000000
|
C
|
255.255.255.0
|
11111111.11111111.11111111.00000000
|
II. Kegunaan Subnetting
1.
Mengurangi kepadatan lalu lintas
data di jaringan
Prinsip dasar subnetting adalah
memecah sebuah subnet menjadi beberapa subnet yang lebih kecil. Misalkan ada 1
jaringan dengan 256 host, maka untuk mengurangi beban jaringan kita bisa
memecahnya menjadi 4 jaringan yang masing – masing terdiri terdiri dari 64
host. Satu jaringan dengan 256 host tentu aktivitasnya lebih padat dibandingkan
64 host.
2. Mengoptimalkan
performa jaringan
Jika kepadatan lalu lintas data bisa
dikurangi, performa jaringan ikut meningkat.
3. Memudahkan
pengelolaan
Membagi sebuah jaringan besar
menjadi beberapa jaringan kecil akan memudahkan pengelolaan.
III. Cara Menghitung Subnetting
Sebelumnya, disini akan dijelaskan
mulai dari Bagaimana Dasar Perhitungan Subnetting, Contoh Perhitungan
Subnetting pada IP Kelas C, dan Perhitungan Subnetting dengan CIDR (Classless
Inter - Domain Routing) beserta contohnya.
A. Dasar
Perhitungan Subnetting
1.
Menentukan Jumlah Subnet Baru
Perhitungan untuk menentukan jumlah
subnet baru dapat dilakukan dengan cara : angka 2 dipangkatkan dengan banyaknya
angka 1 binary pada octet host id dari subnet mask.
2N = Jumlah
Subnet
|
2. Menentukan
Jumlah Host Per Subnet
Perhitungan untuk menentukan jumlah
host per subnet dapat dilakukan dengan cara : angka 2 dipangkatkan dengan
banyaknya angka 0 binary dari subnet mask, kemudian dikurangi 2.
2H – 2 =
Jumlah Subnet
|
3. Menentukan
Blok Subnet/Range
Perhitungan untuk menentukan rentang
blok subnet adalah dengan mengurangi angka 256 dengan nilai desimal dari octet
terakhir. Misalkan diketahui subnet mask 255.255.255.224, maka 256 – 224 = 32.
Berikutnya hitung kelipatan 32, maka 32 + 32 = 64 sampai dengan 192 + 32 = 224.
Jadi total blok subnet/range adalah 0,32,64,96,128,160,192,224.
256 – Nilai Octet
Terakhir Subnet Mask
|
4. Menentukan
alamat subnet, host dan broadcast yang valid.
B. Contoh
Perhitungan Subnetting pada IP Kelas C
Diketahui sebuah jaringan dengan
alamat 192.168.10.0 memiliki subnet mask 255.255.255.224.
1.
Jumlah subnet baru
Nilai biner dari 255.255.255.224
adalah :
11111111.11111111.11111111.11100000
Alamat jaringan adalah kelas C
dengan subnet mask default 255.255.255.0. Rumus untuk menentukan jumlah subnet
baru adalah 2N dimana
N adalah banyaknya angka biner (1)
dari octet host id kelas C yang dimodifikasi (11000000). Kemudian dari octet tersebut didapatkan jumlah angka
biner (1) adalah 3 digit, sehingga 23 = 8 . Maka jumlah subnet
baru untuk alamat 192.168.10.0 dengan subnet mask 255.255.255.224 adalah 8.
2. Jumlah
host per subnet
Rumus untuk menentukan jumlah hos
per subnet adalah 2H – 2
, H adalah banyaknya bit (0), host
dari subnet mask (11000000).
Didapatkan jumlah bit dalam subnet mask adalah 5 digit, sehingga 25
– 2 = 30. Maka jumlah host pada tiap – tiap subnet untuk alamat
192.168.10.0 dengan subnet mask 255.255.255.224 adalah 30.
3. Blok
subnet/Range
Blok subnet/range = 256 – Nilai octet terakhir subnet mask.
Octet terakhir subnet mask adalah 224 (255.255.255.224), maka 256 – 224 = 32. Nilai subnet berikutnya adalah kelipatan 32 dan berakhir pada angka 224, yaitu 32 + 32 = 64, 64 + 32 = 96 ,
dan seterusnya sampai 192 + 32 = 224. Hitung kelipatan dimulai dari angka 0, maka total subnetnya adalah 0,32,64,96,128,160,192,224.
4. Tentukan
alamat subnet, host,dan broadcast yang valid
Setelah mendapatkan jumlah subnet
baru, host, dan blok subnet/range, maka subnet, host, dan broadcast yang valid
dari alamat jaringan 192.168.10.0 dengan subnet mask 255.255.255.224 adalah :
ü Subnet 1 (Subnet Zero)
Alamat Subnet : 192.168.10.0
Alamat Host Pertama : 192.168.10.1
Alamat Host Terakhir : 192.168.10.30
Alamat Broadcast : 192.168.100.31
ü Subnet 2
Alamat Subnet : 192.168.10.32
Alamat Host Pertama : 192.168.10.33
Alamat Host Terakhir : 192.168.10.62
Alamat Broadcast : 192.168.10.63
ü Subnet 3
Alamat Subnet : 192.168.10.64
Alamat Host Pertama : 192.168.10.65
Alamat Host Terakhir : 192.168.10.94
Alamat Broadcast : 192.168.10.95
ü Subnet 4
Alamat Subnet : 192.168.10.96
Alamat Host Pertama : 192.168.10.97
Alamat Host Terakhir : 192.168.10.126
Alamat Broadcast : 192.168.10.127
ü Subnet 5
Alamat Subnet : 192.168.10.128
Alamat Host Pertama : 192.168.10.129
Alamat Host Terakhir : 192.168.10.158
Alamat Broadcast : 192.168.10.159
ü Subnet 6
Alamat Subnet : 192.168.10.160
Alamat Host Pertama : 192.168.10.161
Alamat Host Terakhir : 192.168.10.190
Alamat Broadcast : 192.168.10.191
ü Subnet 7
Alamat Subnet : 192.168.10.192
Alamat Host Pertama : 192.168.10.193
Alamat Host Terakhir : 192.168.10.222
Alamat Broadcast : 192.168.10.223
ü Subnet 8 (Subnet One)
Alamat Subnet : 192.168.10.224
Alamat Host Pertama : 192.168.10.225
Alamat Host Terakhir : 192.168.10.254
Alamat Broadcast : 192.168.10.255
C. Perhitungan
Subnetting dengan CIDR (Classless Inter - Domain Routing)
CIDR
(Classless Inter - Domain Routing) adalah cara
alternatif mengalokasikan IP Address, selain dengan kategori kelas A, B, C, D
dan E yang diperkenalkan oleh IETF
(Internet Engineering Task Force) pada tahu 1993. Oleh karena itu CIDR juga
disebut sebagai Classless Network dan
untuk metode dengan kategori kelas disebut sebagai Classful Network.
Metode ini memiliki kelebihan dalam
hal efisiensi untuk memaksimalkan penggunaan IP Address dibandingkan jika
menggunakan metode alokasi dengan kelas. CIDR umum digunakan pada penerapan
jaringan internet atau biasa digunakan oleh provider internet (ISP) untuk
mengelompokkan IP Address.
Pada CIDR subnet mask mewakili
dengan prefix dalam bentuk notasi
garis miring (/). Contoh :
Classful : IP : 192.168.10.0 Subnet : 255.255.255.0
CIDR :
192.168.10.10 / 24
Angka 24 berarti banyaknya jumlah
bit (1) dalam subnet mask, yaitu 11111111.11111111.11111111.00000000 atau sama
dengan 255.255.255.0.
D. Contoh
Perhitungan Subnetting dengan CIDR
Diketahui sebuah jaringan dengan
alamat 192.168.10.0 / 30.
1.
Jumlah subnet baru
Nilai biner dari /30 adalah :
Bilangan
|
1 octet IPv4
|
Total
|
|||||||
Biner
|
1
|
1
|
1
|
1
|
1
|
1
|
1
|
1
|
8
|
Desimal
|
128
|
64
|
32
|
16
|
8
|
4
|
2
|
1
|
255
|
11111111.11111111.11111111.11111100
atau sama dengan 255.255.255.252 dari (128+64+32+16+8+4 = 252).
IP Address adalah kelas C dengan subnet
mask default 255.255.255.0. Rumus untuk menentukan jumlah subnet baru adalah 2N dimana N adalah banyaknya angka biner (1) dari octet host id kelas C yang
dimodifikasi (11111100). Kemudian
dari octet tersebut didapatkan jumlah angka biner (1) adalah 6 digit,
sehingga 26 = 64 . Maka
jumlah subnet baru untuk alamat 192.168.10.0 / 30 dengan subnet mask
255.255.255.252 adalah 64.
2. Jumlah
host per subnet
Rumus untuk menentukan jumlah hos
per subnet adalah 2H – 2
, H adalah banyaknya bit (0), host
dari subnet mask (11111100).
Didapatkan jumlah bit dalam subnet mask adalah 2 digit, sehingga 22
– 2 = 2. Maka jumlah host pada tiap – tiap subnet untuk alamat 192.168.10.0
/ 30 dengan subnet mask 255.255.255.252 adalah 2.
3. Blok
subnet/Range
Blok subnet/range = 256 – Nilai octet terakhir subnet mask.
Octet terakhir subnet mask adalah 252 (255.255.255.252), maka 256 – 252 = 4. Nilai subnet berikutnya adalah kelipatan 4 dan berakhir pada angka 252, yaitu 4 + 4 = 8, 8 + 4 = 12 , dan
seterusnya sampai 248 + 4 = 252. Hitung kelipatan dimulai dari angka 0, maka total subnetnya adalah 0,4,8,12,16,20,24,28,32,36 ..... 252.
4. Tentukan
alamat subnet, host,dan broadcast yang valid
Setelah mendapatkan jumlah subnet
baru, host, dan blok subnet/range, maka subnet, host, dan broadcast yang valid
dari alamat jaringan 192.168.10.0 / 30 dengan subnet mask 255.255.255.252
adalah :
Subnet
|
Alamat Subnet
|
Alamat Host Awal
|
Alamat Host Akhir
|
Alamat Broadcast
|
1 (Zero)
|
192.168.10.0
|
192.168.10.1
|
192.168.10.2
|
192.168.10.3
|
2
|
192.168.10.4
|
192.168.10.5
|
192.168.10.6
|
192.168.10.7
|
3
|
192.168.10.8
|
192.168.10.9
|
192.168.10.10
|
192.168.10.11
|
4
|
192.168.10.12
|
192.168.10.13
|
192.168.10.14
|
192.168.10.15
|
5
|
192.168.10.16
|
192.168.10.17
|
192.168.10.18
|
192.168.10.19
|
6
|
192.168.10.20
|
192.168.10.21
|
192.168.10.22
|
192.168.10.23
|
7
|
192.168.10.24
|
192.168.10.25
|
192.168.10.26
|
192.168.10.27
|
8
|
192.168.10.28
|
192.168.10.29
|
192.168.10.30
|
192.168.10.31
|
9
|
192.168.10.32
|
192.168.10.33
|
192.168.10.34
|
192.168.10.35
|
10
|
192.168.10.36
|
192.168.10.37
|
192.168.10.38
|
192.168.10.39
|
11
|
192.168.10.40
|
192.168.10.41
|
192.168.10.42
|
192.168.10.43
|
12
|
192.168.10.44
|
192.168.10.45
|
192.168.10.46
|
192.168.10.47
|
13
|
192.168.10.48
|
192.168.10.49
|
192.168.10.50
|
192.168.10.51
|
14
|
192.168.10.52
|
192.168.10.53
|
192.168.10.54
|
192.168.10.55
|
15
|
192.168.10.56
|
192.168.10.57
|
192.168.10.58
|
192.168.10.59
|
16
|
192.168.10.60
|
192.168.10.61
|
192.168.10.62
|
192.168.10.63
|
17
|
192.168.10.64
|
192.168.10.65
|
192.168.10.66
|
192.168.10.67
|
18
|
192.168.10.68
|
192.168.10.69
|
192.168.10.70
|
192.168.10.71
|
19
|
192.168.10.72
|
192.168.10.73
|
192.168.10.74
|
192.168.10.75
|
20
|
192.168.10.76
|
192.168.10.77
|
192.168.10.78
|
192.168.10.79
|
21
|
192.168.10.80
|
192.168.10.81
|
192.168.10.82
|
192.168.10.83
|
22
|
192.168.10.84
|
192.168.10.85
|
192.168.10.86
|
192.168.10.87
|
23
|
192.168.10.88
|
192.168.10.89
|
192.168.10.90
|
192.168.10.91
|
24
|
192.168.10.92
|
192.168.10.93
|
192.168.10.94
|
192.168.10.95
|
25
|
192.168.10.96
|
192.168.10.97
|
192.168.10.98
|
192.168.10.99
|
26
|
192.168.10.100
|
192.168.10.101
|
192.168.10.102
|
192.168.10.103
|
27
|
192.168.10.104
|
192.168.10.105
|
192.168.10.106
|
192.168.10.107
|
28
|
192.168.10.108
|
192.168.10.109
|
192.168.10.110
|
192.168.10.111
|
29
|
192.168.10.112
|
192.168.10.113
|
192.168.10.114
|
192.168.10.115
|
30
|
192.168.10.116
|
192.168.10.117
|
192.168.10.118
|
192.168.10.119
|
31
|
192.168.10.120
|
192.168.10.121
|
192.168.10.122
|
192.168.10.123
|
32
|
192.168.10.124
|
192.168.10.125
|
192.168.10.126
|
192.168.10.127
|
33
|
192.168.10.128
|
192.168.10.129
|
192.168.10.130
|
192.168.10.131
|
34
|
192.168.10.132
|
192.168.10.133
|
192.168.10.134
|
192.168.10.135
|
35
|
192.168.10.136
|
192.168.10.137
|
192.168.10.138
|
192.168.10.139
|
36
|
192.168.10.140
|
192.168.10.141
|
192.168.10.142
|
192.168.10.143
|
37
|
192.168.10.144
|
192.168.10.145
|
192.168.10.146
|
192.168.10.147
|
38
|
192.168.10.148
|
192.168.10.149
|
192.168.10.150
|
192.168.10.151
|
39
|
192.168.10.152
|
192.168.10.153
|
192.168.10.154
|
192.168.10.155
|
40
|
192.168.10.156
|
192.168.10.157
|
192.168.10.158
|
192.168.10.159
|
41
|
192.168.10.160
|
192.168.10.161
|
192.168.10.162
|
192.168.10.163
|
42
|
192.168.10.164
|
192.168.10.165
|
192.168.10.166
|
192.168.10.167
|
43
|
192.168.10.168
|
192.168.10.169
|
192.168.10.170
|
192.168.10.171
|
44
|
192.168.10.172
|
192.168.10.173
|
192.168.10.174
|
192.168.10.175
|
45
|
192.168.10.176
|
192.168.10.177
|
192.168.10.178
|
192.168.10.179
|
46
|
192.168.10.180
|
192.168.10.181
|
192.168.10.182
|
192.168.10.183
|
47
|
192.168.10.184
|
192.168.10.185
|
192.168.10.186
|
192.168.10.187
|
48
|
192.168.10.188
|
192.168.10.189
|
192.168.10.190
|
192.168.10.191
|
49
|
192.168.10.192
|
192.168.10.193
|
192.168.10.194
|
192.168.10.195
|
50
|
192.168.10.196
|
192.168.10.197
|
192.168.10.198
|
192.168.10.199
|
51
|
192.168.10.200
|
192.168.10.201
|
192.168.10.202
|
192.168.10.203
|
52
|
192.168.10.204
|
192.168.10.205
|
192.168.10.206
|
192.168.10.207
|
53
|
192.168.10.208
|
192.168.10.209
|
192.168.10.210
|
192.168.10.211
|
54
|
192.168.10.212
|
192.168.10.213
|
192.168.10.214
|
192.168.10.213
|
55
|
192.168.10.216
|
192.168.10.217
|
192.168.10.218
|
192.168.10.219
|
56
|
192.168.10.220
|
192.168.10.221
|
192.168.10.222
|
192.168.10.223
|
57
|
192.168.10.224
|
192.168.10.225
|
192.168.10.226
|
192.168.10.227
|
58
|
192.168.10.228
|
192.168.10.229
|
192.168.10.230
|
192.168.10.231
|
59
|
192.168.10.232
|
192.168.10.233
|
192.168.10.234
|
192.168.10.235
|
60
|
192.168.10.236
|
192.168.10.237
|
192.168.10.238
|
192.168.10.239
|
61
|
192.168.10.240
|
192.168.10.241
|
192.168.10.242
|
192.168.10.243
|
62
|
192.168.10.244
|
192.168.10.245
|
192.168.10.246
|
192.168.10.247
|
63
|
192.168.10.248
|
192.168.10.249
|
192.168.10.250
|
192.168.10.251
|
64 (One)
|
192.168.10.252
|
192.168.10.253
|
192.168.10.254
|
192.168.10.255
|
Referensi :
Irawan (2013). Jaringan Komputer untuk Orang
Awam Edisi ke – 2. Palembang : Penerbit Maxikom.