Cara
Konfigurasi Mikrotik sebagai Gateway dan DHCP menggunakan VMWare Workstation 10
13.2A.21
Vadlya
Maarif, M.Kom
1.
Login dahulu menggunakan ‘admin’ dan kosongi
saja passwordnya.
2.
Lalu ‘Enter’ lagi untuk masuk ke sistem
konfigurasi.
3.
Sambungkan PC ke Wireless ataupun LAN yang
dapat mengakses internet.
4.
Setelah tersambung, buka ‘Network and Sharing
Center’.
5.
Buka ‘Change adapter settings’.
6.
Carilah Ethernet mana yang tersambung sebagai
‘VMnet8’. Contoh : Ethernet 3.
7.
Lalu untuk Ethernet yang lain lebih baik di
disable-kan agar Wireless/LAN langsung
tersharing pada Ethernet 3/Vmnet8.
8.
Selanjutnya double klik pada Wireless/LAN,
buka ‘Details’. Perhatikan ‘IPv4 Address’ dan ‘IPv4 Subnet Mask’ serta ‘IPv4
DNS Server’ yang nantinya akan di inputkan pada ‘Ethernet 3/VMnet8’. Dan
‘Close’.
9.
Buka ‘Properties’, pilih ‘Sharing’ dan ceklis
keduanya. Lalu buka ‘Settings’.
10. Lalu
ceklis semua mulai dari ‘FTP Server’ sampain ‘WEB Server’. Jika muncul kotak
dialog baru saja men-ceklis. Pilih ‘OK’.
11.
Selanjutnya buka ‘Ethernet 3/VMnet8’, lalu
‘Properties’. Buka ‘Internet Protocol Version 4 (TCP/IPv4). Pilih ‘Use the
following IP address’ maka ‘IP Address’ dan ‘Subnet mask’ akan terisi secara
otomatis. Lalu ‘Default gateway’ isi dengan IP Address yang didapat dari ‘IPv4
IP Address’ milik Wireless/LAN. Dan pilih ‘Use the following DNS Server addresses’,
isi ‘Preferred DNS Server’ dengan IP yang didapat dari ‘IPv4 DNS Server’ milik
Wireless/LAN. Lalu ‘Alternate DNS Server’ dapat diisi ‘8.8.8.8’ atau yang lain.
Dan ‘OK’.
12. Jika
muncul peringatan seperti dibawah ini. Pilih ‘Yes’. Ini dikarenakan ‘IP Address’
dan ‘Default gateway’ yang berbeda segment. Lalu kembali ke mikrotik.
13. Inputkan
‘interface print’ lalu ‘Enter’. Tujuannya untuk melihat daftar network adapter
yang tersedia.
14. Inputkan
‘ip address print’ untuk melihat apakah sudah ada IP Address yang diinputkan
atau belum.
15. Lalu
mulai konfigurasi sebagai gateway. Mulai dengan menginputkan ‘IP Address’ baru
untuk ‘Ether1’. IP yang diinputkan adalah IP yang memiliki segment yang sama
dengan IP Address pada VMnet8 dan diberi ‘/24’. Contoh : IP Address di VMnet8 =
192.168.137.1 maka inputkan ‘192.168.137.10/24’. Lalu cek apakah sudah terinput
atau belum.
16. Selanjutnya
inputkan IP untuk gateway yang didapat dari IP Address di VMnet8. Lalu cek
apakah sudah terinput atau belum.
17. Inputkan
IP untuk DNS Server yang didapat dari Preferred dan Alternate DNS Server di
VMnet8. Tambahkan perintah ‘allow-remote-request=yes’ agar dapat diakses. Lalu
cek apakah sudah terinput atau belum.
18. Atur
ip firewall untuk ether1 seperti dibawah ini. Lalu cek apakah sudah terinput
atau belum.
19. Lalu
uji koneksi dengan ping ke google.com. Jika terkoneksi dengan baik maka akan
seperti dibawah ini. Dan konfigurasi sebagai gateway-pun selesai.
20. Selanjutnya
konfigurasi sebagai DHCP. Mulai dengan menginputkan ‘IP Address’ baru untuk
‘Ether2’. IP yang diinputkan bebas, asal berbeda dengan IP – IP
lain yang telah terinput dan tambahkan ‘/24’. Lalu cek apakah sudah terinput
atau belum.
21. Buat
sebuah DHCP baru dan atur jangkauan IP-nya seperti dibawah ini. Lalu cek apakah
sudah terinput atau belum.
22. Lalu
jadikan ‘DHCP’ tersebut menjadi DHCP Server untuk ‘Ether2’ seperti dibawah ini.
Lalu cek apakah sudah terinput atau belum.
23. Selanjutnya
inputkan IP address, perintah ‘comment’, dns-server, gateway dan subnet mask untuk
dhcp-server network seperti dibawah ini. Lalu cek apakah sudah terinput atau
belum.
24. Lalu
buka ‘Ethernet 3’, ‘Properties’, dan ‘Internet Protocol Version 4 (TCP/IPv4).
Lalu pilih ‘Obtain an IP address automatically’ dan ‘Obtain DNS server address
automatically’ dan ‘OK’.
25. Setelah
itu uji koneksi dengan menggunakan ‘Command prompt’. Buka ‘Command
prompt’dengan cara mengetikan ‘cmd’ pada ‘Search Windows’.
26. Lalu
inputkan ‘ipconfig/all’ dan ‘Enter’.
27. Jika
‘DHCP Enabled = Yes’ dan ‘Autoconfiguration Enabled = Yes’ pada ‘Ethernet
3/VMnet8’ maka konfigurasi berhasil. Dan selesai.





















Tidak ada komentar:
Posting Komentar