Sabtu, 31 Maret 2018

Membuat Kabel Jaringan (Kabel LAN), Setting IP Address dan Sharing Folder

Praktik Membuat Kabel Jaringan (Kabel LAN), Setting IP Address dan Sharing Folder
13.2A.21
Vadlya Maarif, M.Kom.

  I.     Membuat Kabel Jaringan (Kabel LAN)
Yang dibutuhkan dalam membuat sebuah kabel LAN yaitu Kabel, Konektor, Tang Crimping dan Kabel Tester.
1.   Kabel
Kabel merupakan perangkat yang digunakan sebagai jalur yang menghubungkan antara perangkat satu dengan perangkat yang lain. Terdapat beberapa jenis kabel yang digunakan dalam jaringan komputer, diantaranya adalah :
v  Coaxial
Kabel ini sering digunakan untuk antena televisi dan transmisi telepon jarak jauh. Konektornya adalah BNC (British Naval Connector). Kabel ini terbagi menjadi 2, yaitu:
 Coaxial baseband (kabel 50 ohm) –digunakan untuk transmisi digital.
 Coaxial broadband (kabel 75 ohm) –digunakan untuk transmisi analog.

Tipe kabel coaxial juga dibagi 2, yaitu:
a.   Thin (thinnet)
Kabel jenis ini lebih fleksibel, lebih gampang digunakan, dan lebih murah daripada kabel thick.

b.   Thick (thicknet)
Lebih tebal, susah dibengkokkan, jangkauannya labih jauh daripada thin, dan harganya lebih mahal daripada thin.

Kelebihan Coaxial :
 Hampir tidak terpengaruh noise
 Harga relatif murah
Kelemahan Coaxial :
 Penggunaannya mudah dibajak
 Phick coaxial sulit untuk dipasang pada beberapa jenis ruang


v  Twisted Pair
Kabel ini sering digunakan pada kabel telepon. Pada komputer konektornya adalah RJ-45.

Kabel ini terbagi menjadi 2, yaitu:
a.   STP (Shielded Twisted Pair)
Di dalamnya ada satu lapisan pelindung kabel internal yang fungsinya melindungi data dari gangguan pada saat ditransmisikan.

b.   UTP (Unshielded Twisted Pair)
Tidak memiliki lapisan pelindung.

Kelebihan Twisted Pair :
 Harga relatif paling murah di antara kabel jaringan lainnya
 Mudah dalam membangun instalasi
Kelemahan Twisted Pair :
 Jarak jangkau hanya 100 m dan kecepatan transmisi relatif terbatas (1 Gbps)
 Mudah terpengaruh noise (gangguan)


v  Fiber Optic (Serat Optik)
Ukuran kabel ini kecil dan terbuat dari serat optik. Kabel ini dibagi menjadi 2, yaitu:
a. Multi mode
Penjalaran cahaya dari satu ujung ke ujung lainnya pada kabel jenis ini dapat melalui beberapa lintasan cahaya karena diameter intinya (core) cukup besar (50 mm).

b. Single mode
Diameter intinya hanya 3-10 mm sehingga penjalaran cahaya hanya dapat melalui satu lintasan.

Kelebihan Fiber Optic :
 Ukuran kecil dan ringan
 Sulit dipengaruhi interferensi/ gangguan
 Redaman transmisinya kecil
 Bidang frekuensinya lebar
Kelemahan Fiber Optic :
 Instalasinya cukup sulit
 Tidak fleksibel
 Harga relatif mahal


2.  Konektor
Merupakan perangkat yang digunakan sebagai penghubung kabel jaringan. Konertor terpasang pada ujung – ujung kabel. Jenis konektor yang digunakan harus disesuaikan dengan jenis kabel yang dipergunakan.
v  Konektor RJ45 (Regsitered Jack) merupakan konektor yang digunakan untuk jenis Kabel UTP.

v  Konektor BNC (British Naval Connector) merupakan konektor yang digunakan untuk jenis kabel Coaxial.

v  Konektor ST merupakan konektor yang digunakan untuk jenis kabel Fiber Optic. Bentuknya hampir mirip dengan konektor BNC. Konektor ini umum digunakan untuk Single Mode maupun Multi Mode.


3.  Tang Crimping
Merupakan peralatan yang digunakan untuk memasang konektor RJ45 dan kabel UTP.


4.  Kabel Tester
Merupakan peralatan yang digunakan untuk menguji hasil pemasangan konektor pada kabel. Apakah pemasangan konektor sudah benar atau belum.


Dalam praktik kali ini, kita menggunakan kabel UTP. Adapun tiga tipe pengkabelan yang dapat digunakan untuk memasang konektor pada kabel yaitu :
1. Straight Trough digunakan untuk menghubungkan antar device yang berbeda seperti komputer dengan hub atau dengan switch. Urutan warna kabel pada ujung yang satu sama dengan urutan warna pada ujung yang lain.

2. Crossover digunakan untuk menghubungkan antar device yang sama seperti komputer dengan komputer atau hub dengan hub. Urutan warna kabel pada ujung yang satu tidak sama dengan urutan warna pada ujung yang lain

3. Rollover digunakan untuk menghubungkan dua perangkat jaringan dengan perangkat berbeda yang memiliki konsol. Biasanya digunakan untuk router dengan kabel UTP pipih. Urutan warna kabel pada ujung yang satu tidak sama dengan urutan warna pada ujung yang lain. Urutannya pun tidak sama dengan urutan tipe crossover.



Inilah langkah – langkah memasang konektor RJ45 pada kabel UTP :
1.   Siapkan peralatan yang dibutuhkan yaitu Kabel UTP, Konektor RJ45, Tang Crimping dan Kabel Tester.
2.  Kupas bagian luar kabel UTP (pembungkus kabel kecil warna warni), kira – kira sepanjang 2 – 3 cm dengan menggunakan pengupas kabel yang ada pada tang crimping (pada bagian seperti dua buah silet yang saling berhadapan).
3.  Pisahkan dan kelompokkan empat pasang kabel yang ada dan uraikan pasangan – pasangan kabel tersebut.
4.  Susun kabel sesuai dengan keperluan. Untuk konektor pertama susun dengan susunan standar tipe pengkabelan Straight Trough.
5.  Rapikan susunan kabel, dan potong ujung kabel yang tidak rata dengan pemotong kabel yang ada pada tang crimping (bagian yang memiliki satu buah pisau). Pastikan jarak antara pembungkus kabel sampai ujung kabel masuk pada konektor RJ45.
6.  Masukan kabel ke konektor RJ45 sampai ujung – ujung kabel terlihat dibagian depan konektor RJ45.
7.  Setelah yakin urutan warna dan posisi kabel sudah masuk dengan baik ke konektor RJ45, masukan kabel berkonektor RJ45 ke tang crimping untuk dipres. Saat konektor didalam crimping tool, pastikan kembali kabel sudah sepenuhnya menyentuh bagian depan konektor RJ45 dengan mendorong kabel ke dalam konektor RJ45. Pastikan juga sebagian pembungkus kabel masuk juga ke dalam konektor RJ45.
8.  Tekan tang crimping supaya semua pin pada konektor RJ45 masuk dan menembus pelindung kabel – kabel kecil. Jika dalam menekan tang crimping kurang kuat, maka kemungkinan kabel tidak tersobek oleh pin RJ45 sehingga kabel tersebut tidak konek. Dan apabila pembungkus luar kabel tidak masuk ke dalam konektor RJ45 akibatnya kabel tersebut sering mengalami pergerakkan sehingga posisi kabel akan bergeser.
9.  Ulangi langkah – langkah di atas untuk ujung kabel yang lainnya. Perhatikan susunan warna kabel, apakah menggunakan tipe pengkabelan Straight Trough, Crossover atau Rollover.
10.Setelah kedua konektor terpasang pada kabel UTP, lakukan tes pada kabel dengan menggunakan Kabel Tester.

II.    Setting IP Address (Windows 10)
Langkah – langkah setting IP Address:
1.   Pastikan kabel LAN terpasang pada dua PC (Personal Computer).
2.  Klik Start ->ketikan ‘Control Panel’ lalu klik ikonnya, klik ikon Network and Internet dan klik Network and Sharing Center atau Klik kanan ikon Network and Sharing Center pada System Tray -> klik Open Network and Sharing Center.

3.  Selanjutnya akan ditampilkan jendela Network and Sharing Center.

4.  Klik Change Adapter Setting -> klik dua kali pada Ethernet (Unidentified network) lalu pada kotak dialog Ethernet Status klik ‘Properties’ atau klik kanan lalu ‘Properties’.

5.  Akan muncul kotak dialog Ethernet Properties lalu klik dua kali pada Internet Protocol Version 4 (TCP/IPv4).

6.  Pada kotak dialog Internet Protocol Version 4 (TCP/IPv4) Properties pilih Use the following IP Address. Masukkan IP Address, Subnet Mask dan Default Gateway-nya.
Sebagai contoh PC-A menggunakan IP Address 192.168.10.1, Subnet Mask 255.255.255.0 dengan Default Gateway 192.168.10.1, sedangkan menggunakan IP Address 192.168.10.2, Subnet Mask 255.255.255.0 dengan Default Gateway 192.168.10.2. lalu klik OK untuk mengakhiri.


Langkah menguji koneksi jaringan :
1.   Tekan tombol Windows + R pada keyboard, lalu ketik ‘cmd’ dan tekan Enter.

2.  Pada jendela Command Prompt ketik ‘ping <IP Address>’. Sebagai contoh, dari PC-B akan menguji koneksi terhadap PC-A, maka pada Command Prompt ketik ‘ping 192.168.10.1’ kemudian tekan Enter.
3.  Jika pesan yang ditampilkan Reply from 192.168.10.1, maka antara PC-A dengan PC-B telah terhubung. Tetapi jika pesan yang ditampilkan Request Timed Out, maka antara PC-A dengan PC-B belum terhubung. Apabila dalam pengujian koneksi belum terhubung, maka cek kembali kabel dan konektor yang terpasang serta IP Address-nya.


III.    Sharing Folder (Windows 10) :
Langkah untuk melakukan sharing folder :
1.   Buka File Explorer menggunakan tombol Windows + E atau klik Start -> File Explorer.

2.  Pilih folder yang ingin di sharing. Sebagai contoh folder yang ingin disharing adalah folder PRAKTIKUM JARINGAN KOMPUTER.
3.  Klik kanan pada folder PRAKTIKUM JARINGAN KOMPUTER dan pilih Share with lalu pilih Specific People...

4.  Pada kotak dialog File Sharing, klik drop-down untuk menentukan user yang dapat mengakses folder yang di sharing. Pilih Everyone jika menginginkan semua pengguna dapat mengakses folder yang di sharing atau dapat memilih Create a new user untuk menentukan user mana saja yang dapat mengakses folder yang di sharing.
5.  Setelah menentukan user yang dapat mengakses folder yang di sharing, klik Add.
6.  Tentukan hak akses untuk user pada bagian Permission Level.
7.  Klik Share untuk memulai proses sharing folder.

8.  Selanjutnya akan ditampilkan hasil sharing folder, klik Done untuk mengakhiri proses sharing folder.

9.  Selanjutnya, pada File Explorer akan ditampilkan folder yang telah di sharing.


Langkah mengakses folder sharing PC lain :
1.   Buka File Explorer menggunakan tombol Windows + E atau klik Start -> File Explorer lalu pilih Network.
2.  Apabila pada bagian Network tidak ditampilkan komputer yang terhubung dengan jaringan, maka aktifkan terlebih dahulu Network discovery dan File and Printer sharing. Untuk mengaktifkannya buka dulu Network and Sharing Center. Pilih Change advanced sharing.

3.  Pilih drop-down pada bagian Guest or Public (current profile), pilih Turn on network discovery dan Turn on file dan printer sharing lalu Save Changes.

4.  Kembali ke File Explorer dan pilih komputer yang ingin baca foldernya, contoh PC-A, klik dua kali pada PC-A. Kemudian akan ditampilkan kotak dialog pengisian User name dan Password.
5.  Jika ingin mengakses folder tanpa ada pengisian User name dan Password, maka matikan Password protected sharing pada PC-A. PC-A masuk Change advanced sharing seperti diatas tetapi pilih drop-down All Network dan pilih Turn off password protected sharing lalu Save changes.

6.  Cara lain membaca folder yang di sharing PC lain, buka File Explorer pilih Map Network Drive.

7. Lalu ketikkan \\Nama PC atau IP Address\Nama Folder Sharing lalu Finish.


Referensi :
MADCOMS (2015). Sistem Jaringan Komputer untuk Pemula. Yogyakarta: Penerbit Andi.

Modul E – learning BSI (2017). Media Transmisi Kabel dan Nirkabel (Pertemuan 5).

Minggu, 25 Maret 2018

Jaringan Komputer, Topologi, Sistem Pengkabelan dan IP Address


Jaringan Komputer, Topologi, Sistem Pengkabelan dan IP Address
13.2A.21
Vadlya Maarif, M.Kom.



I. Jaringan Komputer


Jaringan komputer adalah sebuah sistem yang terdiri atas beberapa unit komputer yang didesain sedemikian rupa sebagaimana tujuan utamanya yakni untuk dapat berbagi sumber daya (CPU, printer, scanner, plotter, harddisk, dll), berkomunikasi (pesan instan, surel), dan dapat mengakses informasi (situs web).
Tipe jaringan komputer ada dua yaitu :
1. Jaringan Peer to peer
Jaringan peer to peer menghubungkan beberapa komputer dalam sebuah jaringan. Pertukaran data dapat dilakukan antar komputer yang terhubung tanpa perantara komputer server. Masing – masing komputer dapat berperan sebagai komputer server sekaligus sebagai komputer klien.

Kelebihan :

  • Semua komputer yang terhubung dengan jaringan memiliki hak yang sama
  • Biaya lebih murah karena tidak memerlukan adanya sebuah komputer server
  • Kelancaran jaringan tidak bergantung pada komputer server

Kekurangan :

  • Troubleshooting jaringan lebih rumit, karena pada jaringan ini setiap komputer yang terhubung memungkinkan untuk terlibat dalam komunikasi yang ada
  • Sistem keamanan jaringan ditentukan oleh masing – masing pengguna dengan mengatur keamanan pada fasilitas yang dimiliki
Data tersebar pada masing – masing komputer, maka backup data dilakukan pada masing – masing komputer

2. Jaringan Client Server
Jaringan client server menghubungkan komputer server dengan komputer klien/workstation. Komputer server adalah komputer yang menyediakan fasilitas bagi komputer – komputer klien/workstation yang terhubung dalam jaringan. Sedangkan komputer client adalah komputer yang menggunakan fasilitas yang disediakan oleh komputer server. Komputer server disebut dengan Dedicated Server karena komputer hanya bisa digunakan sebagai penyedia fasilitas untuk komputer klien/workstation dan tidak dapat berperan sebagai komputer klien/workstation.
Kelebihan :

  • Terdapat administrator jaringan yang mengelola sistem keamanan dan administrasi jaringan, sehingga sistem keamanan dan administrasi akan lebih terkontrol
  • Komputer server difungsikan sebagai pusat data, komputer klien dapat mengakses data yang ada dari komputer klien manapun. Apabila terdapat komputer klien yang rusak, pengguna masih dapat mengakses data dari komputer klien yang lain
  • Pengaksesan data lebih tinggi karena penyediaan dan pengelolaan fasilitas jaringan dilakukan oleh komputer server. Dan komputer server tidak terbebani dengan tugas lain sebagai workstation.
  • Sistem backup data lebih baik, karena data dapat dilakukan terpusat dikomputer server. Apabila data pada komputer klien/workstation mengalami masalah atau kerusakan masih tersedia backup pada komputer server

Kekurangan :

  • Biaya mahal, karena membutuhkan komputer yang memiliki kemampuan tinggi yang difungsikan sebagai komputer server
Kelancaran jaringan tergantung pada komputer server. Bila komputer server mengalami gangguan maka jaringan akan terganggu

Jaringan komputer menurut luas areanya antara lain :
1. Personal Area Network (PAN)
Saat Kalian menghubungkan komputer atau perangkat lain seperti handphone, PDA, keyboard, mouse, headset wireless, kamera dan peralatan lain yang jaraknya cukup dekat sekitar 4-6 meter, maka Kalian telah membentuk suatu sistem jaringan pribadi atau Personal Area Network. Dalam hal ini yang paling penting adalah Kalian sendiri yang mengendalikan (authoritas) pada semua peralatan tersebut. Selain dihubungkan langsung ke komputer lewat port USB atau FireWire. Jaringan ini juga sering dibentuk dengan teknologi wireless atau nirkabel seperti bluetooth, Infrared atau WiFi.
Kelebihan :

  • Jaringannya lebih dekat dan data maupun Informasi yang diterima bersifat rahasia
  • Dapat menukar data berbentuk File, Audio, dan Video tanpa memakai kabel
  • Komunikasi lebih praktis tanpa terganggu dengan pengguna lain
  • Para peretas kemungkinan bisa terdeteksi untuk keamanan data begitu juga virus

Kekurangan :

  • Karena sifatnya dekat , maka pengguna jaringan ini tidak dapat melakukan komunikasi dengan banyak dengan lokasi yang jauh
  • Sangat ergantung pada sinyal
  • Tidak dapat mengirim File sekaligus


2. Local Area Network (LAN)
Merupakan jaringan yang dibatasi oleh area yang relatif kecil. Jaringan jenis ini biasanya menghubungkan antar-komputer satu dengan lainnya atau bisa juga node satu dengan node lainnya. Daerah jangkauannya tidaklah terlalu jauh, misal dalam suatu ruangan atau satu area dengan radius antara 100 m sampai 2000 m, tergantung dari jenis kabel yang digunakan. Penerapan jaringan jenis ini biasanya dibangun untuk perkantoran skala kecil atau Usaha Kecil Menengah (UKM). Jika diterapkan pada perusahaan besar maka penggunaannya hanya akan diletakkan dalam ruang lingkup kecil, seperti per ruangan atau per kantor.
Kelebihan :

  • Keamanan lebih terjamin karena IP lokal hanya terhubung sebatas Switch kemudian Router
  • Dapat melakukan penggunaan sumber daya secara bersama - sama
  • Tidak banyak penggunaan kabel
  • Sistem yang terhubung ke terminal lebih banyak
  • User Intarfarce yang digunakan adalah fasilitas yang baku

Kekurangan :

  • Jika banyak PC yang terhubung Jaringan LAN akan melambat
  • Sistemnya menggunakan 1 jaringan maka masih ada kemungkinan jaringan bisa diretas
  • Jika alah 1 PC yang terhubung terkena virus maka PC yang tersambung dengan LAN tersebut juga akan terkena virus
  • Software harus dirancang untuk Multi User
  • LAN begitu lambat di Speed Modemnya


3. Campus Area Network (CAN)
Jaringan yang mencakup beberapa LAN tetapi lebih kecil dari jaringan MAN. Banyak digunakan di universitas yang relatif besar atau kantor – kantor bisnis lokal. Jika di universitas dapat digunakan untuk menghubungkan berbagai bangunan termasuk bangunan administrasi, bangunan akademik, perpustakaan, gimnasium dan sebagainya. Jarak cakupan jaringan ini antara 1000 – 10000 m.

4. Metropolitan Area Network (MAN)
Jaringan ini memiliki area yang lebih besar dari LAN, biasanya antar wilayah dalam satu provinsi. Jaringan ini menghubungkan beberapa buah jaringan kecil ke dalam lingkungan area yang lebih besar. Jika suatu instansi atau perusahaan memiliki cabang dalam kota atau provinsi dengan jarak antara 10 - 50 km, dan setiap cabang saling berhubungan untuk bertukar data dan informasi, maka jaringannya disebut Jaringan Metropolitan Area Network (MAN).
Kelebihan :

  • Server kantor pusat dapat berfungsi sebagai pusat data kantor cabang
  • Informasi dapat disebarkan lebih meluas dan cepat
  • Transaksi yang Real Time
  • Komunikasi antar kantor bisa menggunakan Email dan Chatting

Kekurangan :

  • Biaya operasional mahal
  • Instalasi strukturnya tidak mudah
  • Jika sebuah komputer pribadi digunakan sebagai terminal, pemindahan file membolehkan pengguna untukmengambil file dari Host atau mengirimnya ke Host
  • Rumit jika terjadi masalah pada jaringan ( Trouble Network )


5. Wide Area Network (WAN)
Jaringan ini merupakan gabungan dari Local Area Network dan Metropolitan Area Network yang telah mengalami perkembangan infrastruktur jaringan sehingga jarak cakupannya semakin jauh yaitu dunia. Dengan ruang lingkup yang sangat besar ini jaringan ini menggunakan sarana satelit, wireless, ataupun kabel fiber optic. Jika kalian ingin menggunakan jaringan ini, kalian membutuhkan jaringan lain yang dimiliki oleh perusahaan yang bergerak pada bidang komunikasi, semisal (maaf sebut merk) : Telkom atau Indosat. Infrastruktur yang digunakan oleh jaringan ini bisa lebih murah bila dibandingkan dengan jaringan MAN. Namun, ada biaya tambahan yang harus kalian bayar untuk setiap bulan atau tahunnya.
Kelebihan :

  • Dapat berbagi Software dan Resources dengan koneksi Workstations
  • Bisa diakses dengan jangkauan geografis yang luas
  • Berbagi informasi / file melalui area yang lebih cepat
  • Pesan dapat dikirim dengan cepat kepada orang lain pada jaringan ini

Kekurangan :

  • Biaya operasional yang mahal dan umumnya lambat
  • Rentan terhadap peretas atau ancaman dari luar
  • Memerlukan Firewall yang baik untuk membatasi pengguna luar yang masuk ke jaringan
  • Informasi tidak dapat memenuhi kebutuhan lokal/kepentingan



II. Topologi Jaringan
Topologi jaringan merupakan gambaran pola hubungan antara komponen – komponen jaringan, yang meliputi komputer server, komputer klien/workstation, hub/switch, pengkabelan dan komponen jaringan yang lain. 
Adapun beberapa topologi yang dapat disesuaikan dengan kondisi dilapangan, yaitu :
1. Topologi Bus
Merupakan topologi yang menghubungkan beberapa komputer ke sebuah kabel dengan beberapa terminal. Menggunakan jenis kabel Coaxial dengan beberapa konektor BNC. Menyediakan 1 jalur yang digunakan untuk komunikasi antar perangkat sehingga setiap perangkat harus bergantian dalam menggunakan jalur yang ada. Dalam berkomunikasi antar perangkat, hanya ada 2 perangkat yang dapat saling berkomunikasi. Kecepatan transfer rata - rata data antar perangkat sangat lambat karena harus bergantian dalam menggunakan jalur.

2. Topologi Ring
Merupakan topologi yang menghubungkan beberapa komputer dengan membentuk sebuah lingkaran. Menggunakan jenis kabel Twisted Pair. Menyediakan 1 jalur yang digunakan untuk komunikasi antar perangkat sehingga setiap perangkat harus bergantian dalam menggunakan jalur yang ada pada satu arah. Dalam berkomunikasi antar perangkat, semua komputer ikut berperan dalam berkomunikasi. Kecepatan transfer data antar perangkat relatif stabil karena jalur yang digunakan hanya satu arah.

3. Topologi Star
Merupakan topologi yang menghubungkan beberapa komputer dengan menggunakan perangkat yaitu Hub atau Switch yang berfungsi sebagai pengontrol dari semua komputer yang terhubung dalam jaringan. Menggunakan jenis kabel UTP atau kabel Lower. Setiap perangkat langsung terhubung dengan Hub/Switch tersebut tanpa ada gangguan pada jaringan lain sehingga transfer data antar perangkat relatif stabil meskipun jaringan sibuk. Data bisa mengalir dari perangkat ke hub/switch atau sebaliknya secara langsung.

4. Topologi Tree
Merupakan gabungan dari topologi bus dan topologi star. Semua komputer yang terhubung akan dikelompokkan pada sebuah hub yang fungsinya untuk mengendalikan jaringan serta pusat data dari setiap komputer yang terhubung. Menggunakan sebuah kabel utama yaitu Backcone sebagai media penghubung antar jaringan. Memiliki tingkatan atau hierarki dalam jaringan. Dalam melakukan komunikasi atau transfer data, secara otomatis setiap perangkat dalam kelompok komputer harus melalui hub terlebih dahulu.


III. Sistem Pengkabelan
Dalam sistem pengkabelan, jenis kabel yang sering kita gunakan dalam membuat sebuah jaringan adalah kabel UTP. Ada tiga tipe pengkabelan untuk membuat sebuah jaringan dengan menggunakan kabel UTP, yakni :
1. Straight Trough digunakan untuk menghubungkan antar device yang berbeda seperti komputer dengan hub atau dengan switch. Urutan warna kabel pada ujung yang satu sama dengan urutan warna pada ujung yang lain.





2. Crossover digunakan untuk menghubungkan antar device yang sama seperti komputer dengan komputer atau hub dengan hub. Urutan warna kabel pada ujung yang satu tidak sama dengan urutan warna pada ujung yang lain.





3. Rollover digunakan untuk menghubungkan dua perangkat jaringan dengan perangkat berbeda yang memiliki konsol. Biasanya digunakan untuk router dengan kabel UTP pipih. Urutan warna kabel pada ujung yang satu tidak sama dengan urutan warna pada ujung yang lain. Urutannya pun tidak sama dengan urutan tipe crossover. 






IV. IP Address
Merupakan alamat yang diberikan kepada komputer – komputer yang terhubung dalam suatu jaringan. Terdiri dari dua bagian, yaitu Network ID dan Host ID. Network ID menentukan alamat dalam jaringan (network address), sedangkan Host ID menentukan alamat dari peralatan jaringan yang sifatnya unik untuk membedakan antara satu mesin dengan mesin yang lain. Ibarat Network ID itu alamat rumah dan Host ID seperti nomor rumah. IP Address berdasarkan perkembangannya dibagi menjadi dua jenis, yaitu :
1. IPv4 merupakan IP Address yang terdiri dari 32 bit yang dibagi menjadi 4 segmen berukuran 8 bit.
2. IPv6 merupakan IP Address yang terdiri dari 128 bit yang digunakan untuk mengatasi permintaan IP Address yang semakin meningkat.

IP Address terdiri dari 32 bit angka biner yang dituliskan dalam bentuk 4 kelompok dan masing – masing kelompok terdiri dari 8 (oktat) bit yang dipisahkan oleh tanda titik.
Contoh : 11000000.10101000.00000000.01100100
Juga dapat dituliskan dalam bentuk angka desimal dalam 4 kelompok dari angka 0 – 255.
Contoh : 192.168.0.100

IP Address dibedakan menjadi 3 kelas dengan tujuan untuk menentukan jumlah komputer yang bisa terhubung dalam sebuah jaringan.
1. IP Kelas A terdiri dari : 8 bit pertama digunakan untuk Network ID dan 24 bit berikutnya merupakan Host ID. Memiliki 126 network, yakni dari nomor 1.XXX.XXX.XXX sampai dengan 126.XXX.XXX.XXX (XXX merupakan variabel yang nilainya dari 0 – 255)
Format IP Kelas A :
0NNNNNNN.HHHHHHHH.HHHHHHHH.HHHHHHHH
(N = Network ID , H = Host ID)

  • Bit pertamanya nilai 0
  • Network ID adalah 8 bit dan Host ID adalah 24 bit
  • Bit pertama diisi antara 0 – 127
  • Range IP antara 1.XXX.XXX.XXX – 126.XXX.XXX.XXX
  • Jumlah Network adalah 126 (untuk 0 – 127 dicadangkan)
  • Jumlah Host adalah 16.777.214
  • Sebagai contoh IP Address 10.11.22.33, maka Network ID adalah 10 dan Host ID adalah 11.22.33.

Jadi IP di atas mempunyai host dengan nomor 11.22.33 pada jaringan 10.

2. IP Kelas B terdiri dari : 16 bit pertama digunakan untuk Network ID dan 16 bit berikutnya merupakan Host ID. Memiliki 16.384 network, yakni dari nomor 128.0.XXX.XXX sampai dengan 191.255.XXX.XXX (XXX merupakan variabel yang nilainya dari 0 – 255)
Format IP Kelas B :
10NNNNNN.NNNNNNNN.HHHHHHHH.HHHHHHHH
(N = Network ID , H = Host ID)

  • Bit pertamanya nilai 10
  • Network ID adalah 16 bit dan Host ID adalah 16 bit
  • Bit pertama diisi antara 128 – 191
  • Range IP antara 128.0.XXX.XXX – 191.255.XXX.XXX
  • Jumlah Network adalah 16.384 (64 x 256)
  • Jumlah Host adalah 65.532
  • Sebagai contoh IP Address 130.1.2.3, maka Network ID adalah 130.1 dan Host ID adalah 2.3

Jadi IP di atas mempunyai host dengan nomor  2.3 pada jaringan 130.1

3. IP Kelas C terdiri dari : 24 bit pertama digunakan untuk Network ID dan 8 bit berikutnya merupakan Host ID. Memiliki 2.097.15 network, yakni dari nomor 192.0.0.XXX sampai dengan 223.255.255.XXX (XXX merupakan variabel yang nilainya dari 0 – 255)
Format IP Kelas C :
110NNNNN.NNNNNNNN.NNNNNNNN.HHHHHHHH
(N = Network ID , H = Host ID)

  • Bit pertamanya nilai 110
  • Network ID adalah 24 bit dan Host ID adalah 8 bit
  • Bit pertama diisi antara 192 – 223
  • Range IP antara 192.0.0.XXX – 223.255.255.XXX
  • Jumlah Network adalah 2.097.152 (32 x 256 x 256)
  • Jumlah Host adalah 254
  • Sebagai contoh IP Address 192.168.0.100, maka Network ID adalah 192.168.0 dan Host ID adalah 100

Jadi IP di atas mempunyai host dengan nomor 100 pada jaringan 192.168.0

Adapula IP Address Private, IP Address Public dan Subnet Mask.
1. IP Address Private merupakan alamat – alamat IP yang disediakan untuk digunakan pada jaringan LAN. Digunakan untuk komunikasi pada jaringan yang tidak terhubung langsung dengan internet. Hanya dapat dipakai untuk komunikasi pada jaringan intranet dan tidak dapat digunakan pada jaringan internet.

  • IP Address Private Kelas A memiliki range IP Address antara 10.0.0.1 – 10.255.255.254
  • IP Address Private Kelas B memiliki range IP Address antara 172.16.0.1 – 172.31.255.254
  • IP Address Private Kelas A memiliki range IP Address antara 192.168.0.1 – 192.168.255.254


2. IP Address Public merupakan alamat – alamat IP yang disediakan untuk digunakan pada jaringan internet.

3. Subnet Mask merupakan angka biner 32 bit yang digunakan untuk membedakan Network ID dan Host ID. Subnet Mask menunjukkan letak suatu host, apakah berada di jaringan lokal atau di jaringan luar. Bit yang berhubungan dengan Network Id diset 1 sedangkan bit yang berhubungan dengan Host ID diset 0.

  • IP Address Kelas A menggunakan Subnet Mask

11111111.00000000.00000000.00000000 = 255.0.0.0
  • IP Address Kelas B menggunakan Subnet Mask

11111111.11111111.00000000.00000000 = 255.255.0.0

  • IP Address Kelas C menggunakan Subnet Mask

11111111. 11111111. 11111111. 00000000 = 255.255.255.0



Referensi :
MADCOMS (2015). Sistem Jaringan Komputer untuk Pemula. Yogyakarta: Penerbit Andi.