Praktik
Membuat Kabel Jaringan (Kabel LAN), Setting IP Address dan Sharing Folder
13.2A.21
Vadlya
Maarif, M.Kom.
I. Membuat Kabel Jaringan
(Kabel LAN)
Yang dibutuhkan dalam membuat sebuah kabel LAN
yaitu Kabel, Konektor, Tang Crimping dan Kabel Tester.
1. Kabel
Kabel merupakan perangkat yang digunakan
sebagai jalur yang menghubungkan antara perangkat satu dengan perangkat yang
lain. Terdapat beberapa jenis kabel yang digunakan dalam jaringan komputer,
diantaranya adalah :
v Coaxial
Kabel ini sering digunakan untuk antena
televisi dan transmisi telepon jarak jauh. Konektornya adalah BNC (British Naval Connector). Kabel
ini terbagi menjadi 2, yaitu:
Coaxial
baseband (kabel 50 ohm) –digunakan untuk transmisi digital.
Coaxial
broadband (kabel 75 ohm) –digunakan untuk transmisi analog.
Tipe kabel coaxial
juga dibagi 2, yaitu:
a.
Thin (thinnet)
b. Thick (thicknet)
Lebih tebal, susah dibengkokkan, jangkauannya
labih jauh daripada thin, dan harganya lebih mahal daripada thin.
Kelebihan
Coaxial :
Hampir tidak terpengaruh noise
Harga relatif murah
Kelemahan
Coaxial :
Penggunaannya mudah dibajak
Phick coaxial sulit untuk dipasang
pada beberapa jenis ruang
v Twisted Pair
Kabel ini sering digunakan pada kabel telepon.
Pada komputer konektornya adalah RJ-45.
Kabel ini terbagi menjadi 2, yaitu:
Kabel ini terbagi menjadi 2, yaitu:
a. STP (Shielded Twisted Pair)
Di dalamnya ada satu lapisan pelindung kabel
internal yang fungsinya melindungi data dari gangguan pada saat ditransmisikan.
b. UTP (Unshielded Twisted Pair)
Kelebihan Twisted Pair :
Harga relatif paling murah di
antara kabel jaringan lainnya
Mudah dalam membangun instalasi
Kelemahan
Twisted Pair :
Jarak jangkau hanya 100 m dan
kecepatan transmisi relatif terbatas (1 Gbps)
Mudah terpengaruh noise
(gangguan)
v Fiber Optic (Serat Optik)
Ukuran kabel ini kecil dan terbuat dari serat
optik. Kabel ini dibagi menjadi 2, yaitu:
a. Multi mode
Penjalaran cahaya dari satu ujung ke ujung
lainnya pada kabel jenis ini dapat melalui beberapa lintasan cahaya karena
diameter intinya (core) cukup besar (50 mm).
b. Single mode
Kelebihan Fiber Optic :
Ukuran kecil dan ringan
Sulit dipengaruhi interferensi/
gangguan
Redaman transmisinya kecil
Bidang frekuensinya lebar
Kelemahan Fiber Optic :
Instalasinya cukup sulit
Tidak fleksibel
Harga relatif mahal
2. Konektor
Merupakan perangkat yang digunakan sebagai
penghubung kabel jaringan. Konertor terpasang pada ujung – ujung kabel. Jenis
konektor yang digunakan harus disesuaikan dengan jenis kabel yang dipergunakan.
v Konektor
BNC (British Naval Connector) merupakan konektor yang digunakan untuk jenis
kabel Coaxial.
v Konektor
ST merupakan konektor yang digunakan untuk jenis kabel Fiber Optic. Bentuknya
hampir mirip dengan konektor BNC. Konektor ini umum digunakan untuk Single Mode
maupun Multi Mode.
3. Tang
Crimping
Merupakan peralatan yang digunakan untuk
memasang konektor RJ45 dan kabel UTP.
4. Kabel
Tester
Merupakan peralatan yang digunakan untuk
menguji hasil pemasangan konektor pada kabel. Apakah pemasangan konektor sudah
benar atau belum.
Dalam praktik kali ini, kita menggunakan kabel
UTP. Adapun tiga tipe pengkabelan yang dapat digunakan untuk memasang konektor
pada kabel yaitu :
1. Straight Trough digunakan untuk menghubungkan antar device yang
berbeda seperti komputer dengan hub atau dengan switch. Urutan warna kabel pada
ujung yang satu sama dengan urutan warna pada ujung yang lain.
3. Rollover digunakan untuk menghubungkan dua perangkat jaringan dengan perangkat berbeda yang memiliki konsol. Biasanya digunakan untuk router dengan kabel UTP pipih. Urutan warna kabel pada ujung yang satu tidak sama dengan urutan warna pada ujung yang lain. Urutannya pun tidak sama dengan urutan tipe crossover.
Inilah langkah – langkah memasang konektor RJ45
pada kabel UTP :
1. Siapkan
peralatan yang dibutuhkan yaitu Kabel UTP, Konektor RJ45, Tang Crimping dan
Kabel Tester.
2. Kupas
bagian luar kabel UTP (pembungkus kabel kecil warna warni), kira – kira
sepanjang 2 – 3 cm dengan menggunakan pengupas kabel yang ada pada tang
crimping (pada bagian seperti dua buah silet yang saling berhadapan).
3. Pisahkan
dan kelompokkan empat pasang kabel yang ada dan uraikan pasangan – pasangan
kabel tersebut.
4. Susun
kabel sesuai dengan keperluan. Untuk konektor pertama susun dengan susunan
standar tipe pengkabelan Straight Trough.
5. Rapikan
susunan kabel, dan potong ujung kabel yang tidak rata dengan pemotong kabel
yang ada pada tang crimping (bagian yang memiliki satu buah pisau). Pastikan
jarak antara pembungkus kabel sampai ujung kabel masuk pada konektor RJ45.
6. Masukan
kabel ke konektor RJ45 sampai ujung – ujung kabel terlihat dibagian depan
konektor RJ45.
7. Setelah
yakin urutan warna dan posisi kabel sudah masuk dengan baik ke konektor RJ45,
masukan kabel berkonektor RJ45 ke tang crimping untuk dipres. Saat konektor
didalam crimping tool, pastikan kembali kabel sudah sepenuhnya menyentuh bagian
depan konektor RJ45 dengan mendorong kabel ke dalam konektor RJ45. Pastikan
juga sebagian pembungkus kabel masuk juga ke dalam konektor RJ45.
8. Tekan
tang crimping supaya semua pin pada konektor RJ45 masuk dan menembus pelindung
kabel – kabel kecil. Jika dalam menekan tang crimping kurang kuat, maka
kemungkinan kabel tidak tersobek oleh pin RJ45 sehingga kabel tersebut tidak
konek. Dan apabila pembungkus luar kabel tidak masuk ke dalam konektor RJ45
akibatnya kabel tersebut sering mengalami pergerakkan sehingga posisi kabel
akan bergeser.
9. Ulangi
langkah – langkah di atas untuk ujung kabel yang lainnya. Perhatikan susunan
warna kabel, apakah menggunakan tipe pengkabelan Straight Trough, Crossover
atau Rollover.
10.Setelah
kedua konektor terpasang pada kabel UTP, lakukan tes pada kabel dengan menggunakan
Kabel Tester.
II. Setting IP Address
(Windows 10)
Langkah – langkah setting IP Address:
1. Pastikan
kabel LAN terpasang pada dua PC (Personal Computer).
2. Klik
Start ->ketikan ‘Control Panel’ lalu klik ikonnya, klik ikon Network and Internet
dan klik Network and Sharing Center atau Klik kanan ikon Network and Sharing
Center pada System Tray -> klik Open Network and Sharing Center.
4. Klik
Change Adapter Setting -> klik dua kali pada Ethernet (Unidentified network)
lalu pada kotak dialog Ethernet Status klik ‘Properties’ atau klik kanan lalu
‘Properties’.
5. Akan
muncul kotak dialog Ethernet Properties lalu klik dua kali pada Internet
Protocol Version 4 (TCP/IPv4).
6. Pada
kotak dialog Internet Protocol Version 4 (TCP/IPv4) Properties pilih Use the
following IP Address. Masukkan IP Address, Subnet Mask dan Default Gateway-nya.
Sebagai contoh PC-A menggunakan IP Address
192.168.10.1, Subnet Mask 255.255.255.0 dengan Default Gateway 192.168.10.1,
sedangkan menggunakan IP Address 192.168.10.2, Subnet Mask 255.255.255.0 dengan
Default Gateway 192.168.10.2. lalu klik OK untuk mengakhiri.
Langkah menguji koneksi jaringan :
2. Pada
jendela Command Prompt ketik ‘ping <IP Address>’. Sebagai contoh, dari
PC-B akan menguji koneksi terhadap PC-A, maka pada Command Prompt ketik ‘ping
192.168.10.1’ kemudian tekan Enter.
3. Jika
pesan yang ditampilkan Reply from 192.168.10.1, maka antara PC-A dengan
PC-B telah terhubung. Tetapi jika pesan yang ditampilkan Request Timed Out, maka
antara PC-A dengan PC-B belum terhubung. Apabila dalam pengujian koneksi belum
terhubung, maka cek kembali kabel dan konektor yang terpasang serta IP Address-nya.
III.
Sharing
Folder (Windows 10) :
Langkah
untuk melakukan sharing folder :
2. Pilih
folder yang ingin di sharing. Sebagai contoh folder yang ingin disharing adalah
folder PRAKTIKUM JARINGAN KOMPUTER.
3. Klik
kanan pada folder PRAKTIKUM JARINGAN KOMPUTER dan pilih Share with lalu pilih
Specific People...
4. Pada
kotak dialog File Sharing, klik drop-down untuk menentukan user yang dapat
mengakses folder yang di sharing. Pilih Everyone jika menginginkan semua
pengguna dapat mengakses folder yang di sharing atau dapat memilih Create a new
user untuk menentukan user mana saja yang dapat mengakses folder yang di
sharing.
5. Setelah
menentukan user yang dapat mengakses folder yang di sharing, klik Add.
6. Tentukan
hak akses untuk user pada bagian Permission Level.
8. Selanjutnya
akan ditampilkan hasil sharing folder, klik Done untuk mengakhiri proses
sharing folder.
Langkah
mengakses folder sharing PC lain :
1. Buka
File Explorer menggunakan tombol Windows + E atau klik Start -> File
Explorer lalu pilih Network.
2. Apabila
pada bagian Network tidak ditampilkan komputer yang terhubung dengan jaringan,
maka aktifkan terlebih dahulu Network discovery dan File and Printer sharing.
Untuk mengaktifkannya buka dulu Network and Sharing Center. Pilih Change
advanced sharing.
3. Pilih
drop-down pada bagian Guest or Public (current profile), pilih Turn on network
discovery dan Turn on file dan printer sharing lalu Save Changes.
4. Kembali
ke File Explorer dan pilih komputer yang ingin baca foldernya, contoh PC-A,
klik dua kali pada PC-A. Kemudian akan ditampilkan kotak dialog pengisian User
name dan Password.
5. Jika
ingin mengakses folder tanpa ada pengisian User name dan Password, maka matikan
Password protected sharing pada PC-A. PC-A masuk Change advanced sharing
seperti diatas tetapi pilih drop-down All Network dan pilih Turn off password
protected sharing lalu Save changes.
6. Cara
lain membaca folder yang di sharing PC lain, buka File Explorer pilih Map
Network Drive.
7. Lalu ketikkan \\Nama PC atau IP Address\Nama Folder Sharing lalu Finish.
7. Lalu ketikkan \\Nama PC atau IP Address\Nama Folder Sharing lalu Finish.
Referensi
:
MADCOMS
(2015). Sistem Jaringan Komputer untuk
Pemula. Yogyakarta: Penerbit Andi.













































