Minggu, 25 Maret 2018

Jaringan Komputer, Topologi, Sistem Pengkabelan dan IP Address


Jaringan Komputer, Topologi, Sistem Pengkabelan dan IP Address
13.2A.21
Vadlya Maarif, M.Kom.



I. Jaringan Komputer


Jaringan komputer adalah sebuah sistem yang terdiri atas beberapa unit komputer yang didesain sedemikian rupa sebagaimana tujuan utamanya yakni untuk dapat berbagi sumber daya (CPU, printer, scanner, plotter, harddisk, dll), berkomunikasi (pesan instan, surel), dan dapat mengakses informasi (situs web).
Tipe jaringan komputer ada dua yaitu :
1. Jaringan Peer to peer
Jaringan peer to peer menghubungkan beberapa komputer dalam sebuah jaringan. Pertukaran data dapat dilakukan antar komputer yang terhubung tanpa perantara komputer server. Masing – masing komputer dapat berperan sebagai komputer server sekaligus sebagai komputer klien.

Kelebihan :

  • Semua komputer yang terhubung dengan jaringan memiliki hak yang sama
  • Biaya lebih murah karena tidak memerlukan adanya sebuah komputer server
  • Kelancaran jaringan tidak bergantung pada komputer server

Kekurangan :

  • Troubleshooting jaringan lebih rumit, karena pada jaringan ini setiap komputer yang terhubung memungkinkan untuk terlibat dalam komunikasi yang ada
  • Sistem keamanan jaringan ditentukan oleh masing – masing pengguna dengan mengatur keamanan pada fasilitas yang dimiliki
Data tersebar pada masing – masing komputer, maka backup data dilakukan pada masing – masing komputer

2. Jaringan Client Server
Jaringan client server menghubungkan komputer server dengan komputer klien/workstation. Komputer server adalah komputer yang menyediakan fasilitas bagi komputer – komputer klien/workstation yang terhubung dalam jaringan. Sedangkan komputer client adalah komputer yang menggunakan fasilitas yang disediakan oleh komputer server. Komputer server disebut dengan Dedicated Server karena komputer hanya bisa digunakan sebagai penyedia fasilitas untuk komputer klien/workstation dan tidak dapat berperan sebagai komputer klien/workstation.
Kelebihan :

  • Terdapat administrator jaringan yang mengelola sistem keamanan dan administrasi jaringan, sehingga sistem keamanan dan administrasi akan lebih terkontrol
  • Komputer server difungsikan sebagai pusat data, komputer klien dapat mengakses data yang ada dari komputer klien manapun. Apabila terdapat komputer klien yang rusak, pengguna masih dapat mengakses data dari komputer klien yang lain
  • Pengaksesan data lebih tinggi karena penyediaan dan pengelolaan fasilitas jaringan dilakukan oleh komputer server. Dan komputer server tidak terbebani dengan tugas lain sebagai workstation.
  • Sistem backup data lebih baik, karena data dapat dilakukan terpusat dikomputer server. Apabila data pada komputer klien/workstation mengalami masalah atau kerusakan masih tersedia backup pada komputer server

Kekurangan :

  • Biaya mahal, karena membutuhkan komputer yang memiliki kemampuan tinggi yang difungsikan sebagai komputer server
Kelancaran jaringan tergantung pada komputer server. Bila komputer server mengalami gangguan maka jaringan akan terganggu

Jaringan komputer menurut luas areanya antara lain :
1. Personal Area Network (PAN)
Saat Kalian menghubungkan komputer atau perangkat lain seperti handphone, PDA, keyboard, mouse, headset wireless, kamera dan peralatan lain yang jaraknya cukup dekat sekitar 4-6 meter, maka Kalian telah membentuk suatu sistem jaringan pribadi atau Personal Area Network. Dalam hal ini yang paling penting adalah Kalian sendiri yang mengendalikan (authoritas) pada semua peralatan tersebut. Selain dihubungkan langsung ke komputer lewat port USB atau FireWire. Jaringan ini juga sering dibentuk dengan teknologi wireless atau nirkabel seperti bluetooth, Infrared atau WiFi.
Kelebihan :

  • Jaringannya lebih dekat dan data maupun Informasi yang diterima bersifat rahasia
  • Dapat menukar data berbentuk File, Audio, dan Video tanpa memakai kabel
  • Komunikasi lebih praktis tanpa terganggu dengan pengguna lain
  • Para peretas kemungkinan bisa terdeteksi untuk keamanan data begitu juga virus

Kekurangan :

  • Karena sifatnya dekat , maka pengguna jaringan ini tidak dapat melakukan komunikasi dengan banyak dengan lokasi yang jauh
  • Sangat ergantung pada sinyal
  • Tidak dapat mengirim File sekaligus


2. Local Area Network (LAN)
Merupakan jaringan yang dibatasi oleh area yang relatif kecil. Jaringan jenis ini biasanya menghubungkan antar-komputer satu dengan lainnya atau bisa juga node satu dengan node lainnya. Daerah jangkauannya tidaklah terlalu jauh, misal dalam suatu ruangan atau satu area dengan radius antara 100 m sampai 2000 m, tergantung dari jenis kabel yang digunakan. Penerapan jaringan jenis ini biasanya dibangun untuk perkantoran skala kecil atau Usaha Kecil Menengah (UKM). Jika diterapkan pada perusahaan besar maka penggunaannya hanya akan diletakkan dalam ruang lingkup kecil, seperti per ruangan atau per kantor.
Kelebihan :

  • Keamanan lebih terjamin karena IP lokal hanya terhubung sebatas Switch kemudian Router
  • Dapat melakukan penggunaan sumber daya secara bersama - sama
  • Tidak banyak penggunaan kabel
  • Sistem yang terhubung ke terminal lebih banyak
  • User Intarfarce yang digunakan adalah fasilitas yang baku

Kekurangan :

  • Jika banyak PC yang terhubung Jaringan LAN akan melambat
  • Sistemnya menggunakan 1 jaringan maka masih ada kemungkinan jaringan bisa diretas
  • Jika alah 1 PC yang terhubung terkena virus maka PC yang tersambung dengan LAN tersebut juga akan terkena virus
  • Software harus dirancang untuk Multi User
  • LAN begitu lambat di Speed Modemnya


3. Campus Area Network (CAN)
Jaringan yang mencakup beberapa LAN tetapi lebih kecil dari jaringan MAN. Banyak digunakan di universitas yang relatif besar atau kantor – kantor bisnis lokal. Jika di universitas dapat digunakan untuk menghubungkan berbagai bangunan termasuk bangunan administrasi, bangunan akademik, perpustakaan, gimnasium dan sebagainya. Jarak cakupan jaringan ini antara 1000 – 10000 m.

4. Metropolitan Area Network (MAN)
Jaringan ini memiliki area yang lebih besar dari LAN, biasanya antar wilayah dalam satu provinsi. Jaringan ini menghubungkan beberapa buah jaringan kecil ke dalam lingkungan area yang lebih besar. Jika suatu instansi atau perusahaan memiliki cabang dalam kota atau provinsi dengan jarak antara 10 - 50 km, dan setiap cabang saling berhubungan untuk bertukar data dan informasi, maka jaringannya disebut Jaringan Metropolitan Area Network (MAN).
Kelebihan :

  • Server kantor pusat dapat berfungsi sebagai pusat data kantor cabang
  • Informasi dapat disebarkan lebih meluas dan cepat
  • Transaksi yang Real Time
  • Komunikasi antar kantor bisa menggunakan Email dan Chatting

Kekurangan :

  • Biaya operasional mahal
  • Instalasi strukturnya tidak mudah
  • Jika sebuah komputer pribadi digunakan sebagai terminal, pemindahan file membolehkan pengguna untukmengambil file dari Host atau mengirimnya ke Host
  • Rumit jika terjadi masalah pada jaringan ( Trouble Network )


5. Wide Area Network (WAN)
Jaringan ini merupakan gabungan dari Local Area Network dan Metropolitan Area Network yang telah mengalami perkembangan infrastruktur jaringan sehingga jarak cakupannya semakin jauh yaitu dunia. Dengan ruang lingkup yang sangat besar ini jaringan ini menggunakan sarana satelit, wireless, ataupun kabel fiber optic. Jika kalian ingin menggunakan jaringan ini, kalian membutuhkan jaringan lain yang dimiliki oleh perusahaan yang bergerak pada bidang komunikasi, semisal (maaf sebut merk) : Telkom atau Indosat. Infrastruktur yang digunakan oleh jaringan ini bisa lebih murah bila dibandingkan dengan jaringan MAN. Namun, ada biaya tambahan yang harus kalian bayar untuk setiap bulan atau tahunnya.
Kelebihan :

  • Dapat berbagi Software dan Resources dengan koneksi Workstations
  • Bisa diakses dengan jangkauan geografis yang luas
  • Berbagi informasi / file melalui area yang lebih cepat
  • Pesan dapat dikirim dengan cepat kepada orang lain pada jaringan ini

Kekurangan :

  • Biaya operasional yang mahal dan umumnya lambat
  • Rentan terhadap peretas atau ancaman dari luar
  • Memerlukan Firewall yang baik untuk membatasi pengguna luar yang masuk ke jaringan
  • Informasi tidak dapat memenuhi kebutuhan lokal/kepentingan



II. Topologi Jaringan
Topologi jaringan merupakan gambaran pola hubungan antara komponen – komponen jaringan, yang meliputi komputer server, komputer klien/workstation, hub/switch, pengkabelan dan komponen jaringan yang lain. 
Adapun beberapa topologi yang dapat disesuaikan dengan kondisi dilapangan, yaitu :
1. Topologi Bus
Merupakan topologi yang menghubungkan beberapa komputer ke sebuah kabel dengan beberapa terminal. Menggunakan jenis kabel Coaxial dengan beberapa konektor BNC. Menyediakan 1 jalur yang digunakan untuk komunikasi antar perangkat sehingga setiap perangkat harus bergantian dalam menggunakan jalur yang ada. Dalam berkomunikasi antar perangkat, hanya ada 2 perangkat yang dapat saling berkomunikasi. Kecepatan transfer rata - rata data antar perangkat sangat lambat karena harus bergantian dalam menggunakan jalur.

2. Topologi Ring
Merupakan topologi yang menghubungkan beberapa komputer dengan membentuk sebuah lingkaran. Menggunakan jenis kabel Twisted Pair. Menyediakan 1 jalur yang digunakan untuk komunikasi antar perangkat sehingga setiap perangkat harus bergantian dalam menggunakan jalur yang ada pada satu arah. Dalam berkomunikasi antar perangkat, semua komputer ikut berperan dalam berkomunikasi. Kecepatan transfer data antar perangkat relatif stabil karena jalur yang digunakan hanya satu arah.

3. Topologi Star
Merupakan topologi yang menghubungkan beberapa komputer dengan menggunakan perangkat yaitu Hub atau Switch yang berfungsi sebagai pengontrol dari semua komputer yang terhubung dalam jaringan. Menggunakan jenis kabel UTP atau kabel Lower. Setiap perangkat langsung terhubung dengan Hub/Switch tersebut tanpa ada gangguan pada jaringan lain sehingga transfer data antar perangkat relatif stabil meskipun jaringan sibuk. Data bisa mengalir dari perangkat ke hub/switch atau sebaliknya secara langsung.

4. Topologi Tree
Merupakan gabungan dari topologi bus dan topologi star. Semua komputer yang terhubung akan dikelompokkan pada sebuah hub yang fungsinya untuk mengendalikan jaringan serta pusat data dari setiap komputer yang terhubung. Menggunakan sebuah kabel utama yaitu Backcone sebagai media penghubung antar jaringan. Memiliki tingkatan atau hierarki dalam jaringan. Dalam melakukan komunikasi atau transfer data, secara otomatis setiap perangkat dalam kelompok komputer harus melalui hub terlebih dahulu.


III. Sistem Pengkabelan
Dalam sistem pengkabelan, jenis kabel yang sering kita gunakan dalam membuat sebuah jaringan adalah kabel UTP. Ada tiga tipe pengkabelan untuk membuat sebuah jaringan dengan menggunakan kabel UTP, yakni :
1. Straight Trough digunakan untuk menghubungkan antar device yang berbeda seperti komputer dengan hub atau dengan switch. Urutan warna kabel pada ujung yang satu sama dengan urutan warna pada ujung yang lain.





2. Crossover digunakan untuk menghubungkan antar device yang sama seperti komputer dengan komputer atau hub dengan hub. Urutan warna kabel pada ujung yang satu tidak sama dengan urutan warna pada ujung yang lain.





3. Rollover digunakan untuk menghubungkan dua perangkat jaringan dengan perangkat berbeda yang memiliki konsol. Biasanya digunakan untuk router dengan kabel UTP pipih. Urutan warna kabel pada ujung yang satu tidak sama dengan urutan warna pada ujung yang lain. Urutannya pun tidak sama dengan urutan tipe crossover. 






IV. IP Address
Merupakan alamat yang diberikan kepada komputer – komputer yang terhubung dalam suatu jaringan. Terdiri dari dua bagian, yaitu Network ID dan Host ID. Network ID menentukan alamat dalam jaringan (network address), sedangkan Host ID menentukan alamat dari peralatan jaringan yang sifatnya unik untuk membedakan antara satu mesin dengan mesin yang lain. Ibarat Network ID itu alamat rumah dan Host ID seperti nomor rumah. IP Address berdasarkan perkembangannya dibagi menjadi dua jenis, yaitu :
1. IPv4 merupakan IP Address yang terdiri dari 32 bit yang dibagi menjadi 4 segmen berukuran 8 bit.
2. IPv6 merupakan IP Address yang terdiri dari 128 bit yang digunakan untuk mengatasi permintaan IP Address yang semakin meningkat.

IP Address terdiri dari 32 bit angka biner yang dituliskan dalam bentuk 4 kelompok dan masing – masing kelompok terdiri dari 8 (oktat) bit yang dipisahkan oleh tanda titik.
Contoh : 11000000.10101000.00000000.01100100
Juga dapat dituliskan dalam bentuk angka desimal dalam 4 kelompok dari angka 0 – 255.
Contoh : 192.168.0.100

IP Address dibedakan menjadi 3 kelas dengan tujuan untuk menentukan jumlah komputer yang bisa terhubung dalam sebuah jaringan.
1. IP Kelas A terdiri dari : 8 bit pertama digunakan untuk Network ID dan 24 bit berikutnya merupakan Host ID. Memiliki 126 network, yakni dari nomor 1.XXX.XXX.XXX sampai dengan 126.XXX.XXX.XXX (XXX merupakan variabel yang nilainya dari 0 – 255)
Format IP Kelas A :
0NNNNNNN.HHHHHHHH.HHHHHHHH.HHHHHHHH
(N = Network ID , H = Host ID)

  • Bit pertamanya nilai 0
  • Network ID adalah 8 bit dan Host ID adalah 24 bit
  • Bit pertama diisi antara 0 – 127
  • Range IP antara 1.XXX.XXX.XXX – 126.XXX.XXX.XXX
  • Jumlah Network adalah 126 (untuk 0 – 127 dicadangkan)
  • Jumlah Host adalah 16.777.214
  • Sebagai contoh IP Address 10.11.22.33, maka Network ID adalah 10 dan Host ID adalah 11.22.33.

Jadi IP di atas mempunyai host dengan nomor 11.22.33 pada jaringan 10.

2. IP Kelas B terdiri dari : 16 bit pertama digunakan untuk Network ID dan 16 bit berikutnya merupakan Host ID. Memiliki 16.384 network, yakni dari nomor 128.0.XXX.XXX sampai dengan 191.255.XXX.XXX (XXX merupakan variabel yang nilainya dari 0 – 255)
Format IP Kelas B :
10NNNNNN.NNNNNNNN.HHHHHHHH.HHHHHHHH
(N = Network ID , H = Host ID)

  • Bit pertamanya nilai 10
  • Network ID adalah 16 bit dan Host ID adalah 16 bit
  • Bit pertama diisi antara 128 – 191
  • Range IP antara 128.0.XXX.XXX – 191.255.XXX.XXX
  • Jumlah Network adalah 16.384 (64 x 256)
  • Jumlah Host adalah 65.532
  • Sebagai contoh IP Address 130.1.2.3, maka Network ID adalah 130.1 dan Host ID adalah 2.3

Jadi IP di atas mempunyai host dengan nomor  2.3 pada jaringan 130.1

3. IP Kelas C terdiri dari : 24 bit pertama digunakan untuk Network ID dan 8 bit berikutnya merupakan Host ID. Memiliki 2.097.15 network, yakni dari nomor 192.0.0.XXX sampai dengan 223.255.255.XXX (XXX merupakan variabel yang nilainya dari 0 – 255)
Format IP Kelas C :
110NNNNN.NNNNNNNN.NNNNNNNN.HHHHHHHH
(N = Network ID , H = Host ID)

  • Bit pertamanya nilai 110
  • Network ID adalah 24 bit dan Host ID adalah 8 bit
  • Bit pertama diisi antara 192 – 223
  • Range IP antara 192.0.0.XXX – 223.255.255.XXX
  • Jumlah Network adalah 2.097.152 (32 x 256 x 256)
  • Jumlah Host adalah 254
  • Sebagai contoh IP Address 192.168.0.100, maka Network ID adalah 192.168.0 dan Host ID adalah 100

Jadi IP di atas mempunyai host dengan nomor 100 pada jaringan 192.168.0

Adapula IP Address Private, IP Address Public dan Subnet Mask.
1. IP Address Private merupakan alamat – alamat IP yang disediakan untuk digunakan pada jaringan LAN. Digunakan untuk komunikasi pada jaringan yang tidak terhubung langsung dengan internet. Hanya dapat dipakai untuk komunikasi pada jaringan intranet dan tidak dapat digunakan pada jaringan internet.

  • IP Address Private Kelas A memiliki range IP Address antara 10.0.0.1 – 10.255.255.254
  • IP Address Private Kelas B memiliki range IP Address antara 172.16.0.1 – 172.31.255.254
  • IP Address Private Kelas A memiliki range IP Address antara 192.168.0.1 – 192.168.255.254


2. IP Address Public merupakan alamat – alamat IP yang disediakan untuk digunakan pada jaringan internet.

3. Subnet Mask merupakan angka biner 32 bit yang digunakan untuk membedakan Network ID dan Host ID. Subnet Mask menunjukkan letak suatu host, apakah berada di jaringan lokal atau di jaringan luar. Bit yang berhubungan dengan Network Id diset 1 sedangkan bit yang berhubungan dengan Host ID diset 0.

  • IP Address Kelas A menggunakan Subnet Mask

11111111.00000000.00000000.00000000 = 255.0.0.0
  • IP Address Kelas B menggunakan Subnet Mask

11111111.11111111.00000000.00000000 = 255.255.0.0

  • IP Address Kelas C menggunakan Subnet Mask

11111111. 11111111. 11111111. 00000000 = 255.255.255.0



Referensi :
MADCOMS (2015). Sistem Jaringan Komputer untuk Pemula. Yogyakarta: Penerbit Andi.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar