Jaringan
Komputer, Topologi, Sistem Pengkabelan dan IP Address
13.2A.21
Vadlya Maarif,
M.Kom.
I. Jaringan Komputer
Jaringan komputer adalah sebuah sistem yang
terdiri atas beberapa unit komputer yang didesain sedemikian rupa sebagaimana
tujuan utamanya yakni untuk dapat berbagi sumber daya (CPU, printer, scanner,
plotter, harddisk, dll), berkomunikasi (pesan instan, surel), dan dapat
mengakses informasi (situs web).
Tipe jaringan komputer ada dua yaitu :
1. Jaringan Peer to peer
Jaringan peer to peer menghubungkan beberapa
komputer dalam sebuah jaringan. Pertukaran data dapat dilakukan antar komputer
yang terhubung tanpa perantara komputer server. Masing – masing komputer dapat
berperan sebagai komputer server sekaligus sebagai komputer klien.
Kelebihan :
- Semua komputer yang terhubung dengan jaringan memiliki
hak yang sama
- Biaya lebih murah karena tidak memerlukan adanya sebuah
komputer server
- Kelancaran jaringan tidak bergantung pada komputer server
Kekurangan :
- Troubleshooting jaringan lebih rumit, karena pada
jaringan ini setiap komputer yang terhubung memungkinkan untuk terlibat
dalam komunikasi yang ada
- Sistem keamanan jaringan ditentukan oleh masing –
masing pengguna dengan mengatur keamanan pada fasilitas yang dimiliki
Data tersebar pada masing –
masing komputer, maka backup data dilakukan pada masing – masing komputer
Jaringan client server menghubungkan komputer
server dengan komputer klien/workstation. Komputer server adalah komputer yang
menyediakan fasilitas bagi komputer – komputer klien/workstation yang terhubung
dalam jaringan. Sedangkan komputer client adalah komputer yang menggunakan
fasilitas yang disediakan oleh komputer server. Komputer server disebut dengan
Dedicated Server karena komputer hanya bisa digunakan sebagai penyedia
fasilitas untuk komputer klien/workstation dan tidak dapat berperan sebagai
komputer klien/workstation.
Kelebihan :
- Terdapat administrator jaringan yang mengelola sistem
keamanan dan administrasi jaringan, sehingga sistem keamanan dan
administrasi akan lebih terkontrol
- Komputer server difungsikan sebagai pusat data,
komputer klien dapat mengakses data yang ada dari komputer klien manapun.
Apabila terdapat komputer klien yang rusak, pengguna masih dapat mengakses
data dari komputer klien yang lain
- Pengaksesan data lebih tinggi karena penyediaan dan
pengelolaan fasilitas jaringan dilakukan oleh komputer server. Dan
komputer server tidak terbebani dengan tugas lain sebagai workstation.
- Sistem backup data lebih baik, karena data dapat
dilakukan terpusat dikomputer server. Apabila data pada komputer
klien/workstation mengalami masalah atau kerusakan masih tersedia backup
pada komputer server
Kekurangan :
- Biaya mahal, karena membutuhkan komputer yang memiliki
kemampuan tinggi yang difungsikan sebagai komputer server
Kelancaran jaringan
tergantung pada komputer server. Bila komputer server mengalami gangguan maka
jaringan akan terganggu
Jaringan komputer menurut luas areanya antara
lain :
1. Personal Area Network
(PAN)
Saat Kalian menghubungkan komputer atau
perangkat lain seperti handphone, PDA, keyboard, mouse, headset wireless,
kamera dan peralatan lain yang jaraknya cukup dekat sekitar 4-6 meter, maka
Kalian telah membentuk suatu sistem jaringan pribadi atau Personal Area
Network. Dalam hal ini yang paling penting adalah Kalian sendiri yang
mengendalikan (authoritas) pada semua peralatan tersebut. Selain dihubungkan
langsung ke komputer lewat port USB atau FireWire. Jaringan ini juga sering
dibentuk dengan teknologi wireless atau nirkabel seperti bluetooth, Infrared
atau WiFi.
Kelebihan :
- Jaringannya lebih dekat dan data maupun Informasi yang
diterima bersifat rahasia
- Dapat menukar data berbentuk File, Audio, dan Video
tanpa memakai kabel
- Komunikasi lebih praktis tanpa terganggu dengan
pengguna lain
- Para peretas kemungkinan bisa terdeteksi untuk keamanan
data begitu juga virus
Kekurangan :
- Karena sifatnya dekat , maka pengguna jaringan ini
tidak dapat melakukan komunikasi dengan banyak dengan lokasi yang jauh
- Sangat ergantung pada sinyal
- Tidak dapat mengirim File sekaligus
2. Local Area Network (LAN)
Merupakan jaringan yang dibatasi oleh area yang relatif kecil. Jaringan jenis
ini biasanya menghubungkan antar-komputer satu dengan lainnya atau bisa juga
node satu dengan node lainnya. Daerah jangkauannya tidaklah terlalu jauh, misal
dalam suatu ruangan atau satu area dengan radius antara 100 m sampai 2000 m,
tergantung dari jenis kabel yang digunakan. Penerapan jaringan jenis ini
biasanya dibangun untuk perkantoran skala kecil atau Usaha Kecil Menengah
(UKM). Jika diterapkan pada perusahaan besar maka penggunaannya hanya akan
diletakkan dalam ruang lingkup kecil, seperti per ruangan atau per kantor.
Kelebihan :
- Keamanan lebih terjamin karena IP lokal hanya terhubung
sebatas Switch kemudian Router
- Dapat melakukan penggunaan sumber daya secara bersama -
sama
- Tidak banyak penggunaan kabel
- Sistem yang terhubung ke terminal lebih banyak
- User Intarfarce yang digunakan adalah fasilitas yang
baku
Kekurangan :
- Jika banyak PC yang terhubung Jaringan LAN akan
melambat
- Sistemnya menggunakan 1 jaringan maka masih ada
kemungkinan jaringan bisa diretas
- Jika alah 1 PC yang terhubung terkena virus maka PC
yang tersambung dengan LAN tersebut juga akan terkena virus
- Software harus dirancang untuk Multi User
- LAN begitu lambat di Speed Modemnya
3. Campus Area Network (CAN)
Jaringan yang mencakup beberapa LAN tetapi lebih kecil dari jaringan MAN. Banyak
digunakan di universitas yang relatif besar atau kantor – kantor bisnis lokal.
Jika di universitas dapat digunakan untuk menghubungkan berbagai bangunan
termasuk bangunan administrasi, bangunan akademik, perpustakaan, gimnasium dan
sebagainya. Jarak cakupan jaringan ini antara 1000 – 10000 m.
4. Metropolitan Area Network (MAN)
Jaringan ini memiliki area yang lebih besar dari LAN, biasanya antar wilayah
dalam satu provinsi. Jaringan ini menghubungkan beberapa buah jaringan kecil ke
dalam lingkungan area yang lebih besar. Jika suatu instansi atau perusahaan
memiliki cabang dalam kota atau provinsi dengan jarak antara 10 - 50 km, dan
setiap cabang saling berhubungan untuk bertukar data dan informasi, maka
jaringannya disebut Jaringan Metropolitan Area Network (MAN).
Kelebihan :
- Server kantor pusat dapat berfungsi sebagai pusat data
kantor cabang
- Informasi dapat disebarkan lebih meluas dan cepat
- Transaksi yang Real Time
- Komunikasi antar kantor bisa menggunakan Email dan
Chatting
Kekurangan :
- Biaya operasional mahal
- Instalasi strukturnya tidak mudah
- Jika sebuah komputer pribadi digunakan sebagai
terminal, pemindahan file membolehkan pengguna untukmengambil file dari
Host atau mengirimnya ke Host
- Rumit jika terjadi masalah pada jaringan ( Trouble
Network )
5. Wide Area Network (WAN)
Jaringan ini merupakan gabungan dari Local Area Network dan Metropolitan Area
Network yang telah mengalami perkembangan infrastruktur jaringan sehingga jarak
cakupannya semakin jauh yaitu dunia. Dengan ruang lingkup yang sangat besar ini
jaringan ini menggunakan sarana satelit, wireless, ataupun kabel fiber optic.
Jika kalian ingin menggunakan jaringan ini, kalian membutuhkan jaringan lain
yang dimiliki oleh perusahaan yang bergerak pada bidang komunikasi, semisal
(maaf sebut merk) : Telkom atau Indosat. Infrastruktur yang digunakan oleh
jaringan ini bisa lebih murah bila dibandingkan dengan jaringan MAN. Namun, ada
biaya tambahan yang harus kalian bayar untuk setiap bulan atau tahunnya.
Kelebihan :
- Dapat berbagi Software dan Resources dengan koneksi
Workstations
- Bisa diakses dengan jangkauan geografis yang luas
- Berbagi informasi / file melalui area yang lebih cepat
- Pesan dapat dikirim dengan cepat kepada orang lain pada
jaringan ini
Kekurangan :
- Biaya operasional yang mahal dan umumnya lambat
- Rentan terhadap peretas atau ancaman dari luar
- Memerlukan Firewall yang baik untuk membatasi pengguna
luar yang masuk ke jaringan
- Informasi tidak dapat memenuhi kebutuhan
lokal/kepentingan
II. Topologi Jaringan
Topologi jaringan merupakan gambaran pola
hubungan antara komponen – komponen jaringan, yang meliputi komputer server,
komputer klien/workstation, hub/switch, pengkabelan dan komponen jaringan yang
lain.
Adapun beberapa topologi yang dapat disesuaikan
dengan kondisi dilapangan, yaitu :
1. Topologi Bus
Merupakan topologi yang menghubungkan beberapa komputer ke sebuah kabel dengan
beberapa terminal. Menggunakan jenis kabel Coaxial dengan beberapa konektor
BNC. Menyediakan 1 jalur yang digunakan untuk komunikasi antar perangkat
sehingga setiap perangkat harus bergantian dalam menggunakan jalur yang ada.
Dalam berkomunikasi antar perangkat, hanya ada 2 perangkat yang dapat saling
berkomunikasi. Kecepatan transfer rata - rata data antar perangkat sangat
lambat karena harus bergantian dalam menggunakan jalur.
2. Topologi Ring
Merupakan topologi yang menghubungkan beberapa komputer dengan membentuk sebuah
lingkaran. Menggunakan jenis kabel Twisted Pair. Menyediakan 1 jalur yang
digunakan untuk komunikasi antar perangkat sehingga setiap perangkat harus
bergantian dalam menggunakan jalur yang ada pada satu arah. Dalam berkomunikasi
antar perangkat, semua komputer ikut berperan dalam berkomunikasi. Kecepatan
transfer data antar perangkat relatif stabil karena jalur yang digunakan hanya
satu arah.
3. Topologi Star
Merupakan topologi yang menghubungkan beberapa komputer dengan menggunakan
perangkat yaitu Hub atau Switch yang berfungsi sebagai pengontrol dari semua
komputer yang terhubung dalam jaringan. Menggunakan jenis kabel UTP atau kabel
Lower. Setiap perangkat langsung terhubung dengan Hub/Switch tersebut tanpa ada
gangguan pada jaringan lain sehingga transfer data antar perangkat relatif
stabil meskipun jaringan sibuk. Data bisa mengalir dari perangkat ke hub/switch
atau sebaliknya secara langsung.
4. Topologi Tree
Merupakan gabungan dari topologi bus dan topologi star. Semua komputer yang
terhubung akan dikelompokkan pada sebuah hub yang fungsinya untuk mengendalikan
jaringan serta pusat data dari setiap komputer yang terhubung. Menggunakan
sebuah kabel utama yaitu Backcone sebagai media penghubung antar jaringan.
Memiliki tingkatan atau hierarki dalam jaringan. Dalam melakukan komunikasi
atau transfer data, secara otomatis setiap perangkat dalam kelompok komputer
harus melalui hub terlebih dahulu.
III. Sistem Pengkabelan
Dalam sistem pengkabelan, jenis kabel yang
sering kita gunakan dalam membuat sebuah jaringan adalah kabel UTP. Ada tiga
tipe pengkabelan untuk membuat sebuah jaringan dengan menggunakan kabel UTP,
yakni :
1. Straight Trough digunakan untuk menghubungkan
antar device yang berbeda seperti komputer dengan hub atau dengan switch.
Urutan warna kabel pada ujung yang satu sama dengan urutan warna pada ujung
yang lain.
2. Crossover digunakan untuk menghubungkan antar device yang sama seperti komputer dengan komputer atau hub dengan hub. Urutan warna kabel pada ujung yang satu tidak sama dengan urutan warna pada ujung yang lain.
3. Rollover digunakan untuk menghubungkan dua perangkat jaringan dengan perangkat berbeda yang memiliki konsol. Biasanya digunakan untuk router dengan kabel UTP pipih. Urutan warna kabel pada ujung yang satu tidak sama dengan urutan warna pada ujung yang lain. Urutannya pun tidak sama dengan urutan tipe crossover.
IV. IP Address
Merupakan alamat yang diberikan kepada komputer
– komputer yang terhubung dalam suatu jaringan. Terdiri dari dua bagian, yaitu
Network ID dan Host ID. Network ID menentukan alamat dalam jaringan (network
address), sedangkan Host ID menentukan alamat dari peralatan jaringan yang
sifatnya unik untuk membedakan antara satu mesin dengan mesin yang lain. Ibarat
Network ID itu alamat rumah dan Host ID seperti nomor rumah. IP Address
berdasarkan perkembangannya dibagi menjadi dua jenis, yaitu :
1. IPv4 merupakan IP Address yang terdiri dari
32 bit yang dibagi menjadi 4 segmen berukuran 8 bit.
2. IPv6 merupakan IP Address yang terdiri dari
128 bit yang digunakan untuk mengatasi permintaan IP Address yang semakin
meningkat.
IP Address terdiri dari 32 bit angka biner yang dituliskan dalam bentuk 4 kelompok dan masing – masing kelompok terdiri dari 8 (oktat) bit yang dipisahkan oleh tanda titik.
Contoh : 11000000.10101000.00000000.01100100
Juga dapat dituliskan dalam bentuk angka desimal
dalam 4 kelompok dari angka 0 – 255.
Contoh : 192.168.0.100
IP Address dibedakan menjadi 3 kelas dengan tujuan untuk menentukan jumlah komputer yang bisa terhubung dalam sebuah jaringan.
1. IP Kelas A terdiri dari : 8 bit pertama
digunakan untuk Network ID dan 24 bit berikutnya merupakan Host ID. Memiliki
126 network, yakni dari nomor 1.XXX.XXX.XXX sampai dengan 126.XXX.XXX.XXX (XXX
merupakan variabel yang nilainya dari 0 – 255)
Format IP Kelas A :
0NNNNNNN.HHHHHHHH.HHHHHHHH.HHHHHHHH
(N = Network ID , H = Host ID)
- Bit pertamanya nilai 0
- Network ID adalah 8 bit dan Host ID adalah 24 bit
- Bit pertama diisi antara 0 – 127
- Range IP antara 1.XXX.XXX.XXX – 126.XXX.XXX.XXX
- Jumlah Network adalah 126 (untuk 0 – 127 dicadangkan)
- Jumlah Host adalah 16.777.214
- Sebagai contoh IP Address 10.11.22.33, maka Network ID
adalah 10 dan Host ID adalah 11.22.33.
Jadi IP di atas mempunyai host dengan nomor 11.22.33 pada jaringan 10.
2. IP Kelas B terdiri dari : 16 bit pertama digunakan untuk Network ID dan 16 bit berikutnya merupakan Host ID. Memiliki 16.384 network, yakni dari nomor 128.0.XXX.XXX sampai dengan 191.255.XXX.XXX (XXX merupakan variabel yang nilainya dari 0 – 255)
Format IP Kelas B :
10NNNNNN.NNNNNNNN.HHHHHHHH.HHHHHHHH
(N = Network ID , H = Host ID)
- Bit pertamanya nilai 10
- Network ID adalah 16 bit dan Host ID adalah 16 bit
- Bit pertama diisi antara 128 – 191
- Range IP antara 128.0.XXX.XXX – 191.255.XXX.XXX
- Jumlah Network adalah 16.384 (64 x 256)
- Jumlah Host adalah 65.532
- Sebagai contoh IP Address 130.1.2.3, maka Network ID
adalah 130.1 dan Host ID adalah 2.3
Jadi IP di atas mempunyai host dengan nomor 2.3 pada jaringan 130.1
3. IP Kelas C terdiri dari : 24 bit pertama digunakan untuk Network ID dan 8 bit berikutnya merupakan Host ID. Memiliki 2.097.15 network, yakni dari nomor 192.0.0.XXX sampai dengan 223.255.255.XXX (XXX merupakan variabel yang nilainya dari 0 – 255)
Format IP Kelas C :
110NNNNN.NNNNNNNN.NNNNNNNN.HHHHHHHH
(N = Network ID , H = Host ID)
- Bit pertamanya nilai 110
- Network ID adalah 24 bit dan Host ID adalah 8 bit
- Bit pertama diisi antara 192 – 223
- Range IP antara 192.0.0.XXX – 223.255.255.XXX
- Jumlah Network adalah 2.097.152 (32 x 256 x 256)
- Jumlah Host adalah 254
- Sebagai contoh IP Address 192.168.0.100, maka Network
ID adalah 192.168.0 dan Host ID adalah 100
Jadi IP di atas mempunyai host dengan nomor 100 pada jaringan 192.168.0
Adapula IP Address Private, IP Address Public dan Subnet Mask.
1. IP Address Private merupakan alamat – alamat
IP yang disediakan untuk digunakan pada jaringan LAN. Digunakan untuk
komunikasi pada jaringan yang tidak terhubung langsung dengan internet. Hanya
dapat dipakai untuk komunikasi pada jaringan intranet dan tidak dapat digunakan
pada jaringan internet.
- IP Address Private Kelas A memiliki range IP Address
antara 10.0.0.1 – 10.255.255.254
- IP Address Private Kelas B memiliki range IP Address
antara 172.16.0.1 – 172.31.255.254
- IP Address Private Kelas A memiliki range IP Address
antara 192.168.0.1 – 192.168.255.254
2. IP Address Public merupakan alamat – alamat IP yang disediakan untuk digunakan pada jaringan internet.
3. Subnet Mask merupakan angka biner 32 bit yang digunakan untuk membedakan Network ID dan Host ID. Subnet Mask menunjukkan letak suatu host, apakah berada di jaringan lokal atau di jaringan luar. Bit yang berhubungan dengan Network Id diset 1 sedangkan bit yang berhubungan dengan Host ID diset 0.
- IP Address Kelas A menggunakan Subnet Mask
11111111.00000000.00000000.00000000
= 255.0.0.0
- IP Address Kelas B menggunakan Subnet Mask
11111111.11111111.00000000.00000000
= 255.255.0.0
- IP Address Kelas C menggunakan Subnet Mask
11111111.
11111111. 11111111. 00000000 = 255.255.255.0
Referensi :
MADCOMS (2015). Sistem Jaringan Komputer
untuk Pemula. Yogyakarta: Penerbit Andi.















Tidak ada komentar:
Posting Komentar