Senin, 07 Mei 2018

Simulasi Jaringan II

Simulasi Jaringan II
13.2A.21
Vadlya Maarif, M.Kom.

A.   Simulasi Jaringan menggunakan 3 Server (DHCP, WEB, DNS), 1 Switch dan 1 PC
1.    Pilih tools ‘End Device’ dan pilih ‘Generic’ untuk Server-PT.
2.   Siapkan 3 buah Server-PT pada lembar kerja (DHCP, WEB, DNS).
3.   Pilih tools ‘Switches’ dan pilih ‘2950-24 Switch’ untuk Switch.
4.   Siapkan 1 buah Switch-PT pada lembar kerja.
5.   Pilih tools ‘End Device’ dan pilih ‘Generic’ untuk PC-PT (Komputer).
6.   Siapkan 1 buah PC-PT pada lembar kerja.
7.   Lalu pilih tools ‘Connections’ untuk memilih media transmisi. Lalu pilih ‘Copper Straight-Through’ untuk menghubungkan masing – masing Server ke Switch dan Switch ke PC karena devicenya berbeda.
8.   Setelah siap, skema akan seperti di bawah ini. 
9.   Pertama, atur Server-PT DHCP dengan cara : Klik ‘Server-PT DHCP’ lalu pilih ‘Desktop’. Pilih ‘IP Configuration’, pilih ‘Static’ dan masukkan 192.168.1.1 pada IP Address (DHCP sebagai Default Gateway). Tekan ‘Tab’ dan masukkan 192.168.1.254 pada DNS Server. Lalu close.
10. Masih di Server-PT DHCP, pilih ‘Services’ lalu ‘HTTP’ dan pada ‘HTTP dan HTTPS’ pilih Off.
11.  Selanjutnya pilih ‘DHCP’, pada ‘Default Gateway’ isikan IP Address 192.168.1.1 dan pada ‘DNS Server’ isikan 192.168.1.254. Isi ‘Start IP Address’ dengan 192.168.1.10. Klik ‘Save’ lalu ‘On’ dan Close.
12. Kedua, atur Server-PT WEB dengan cara : Klik ‘Server-PT WEB’ lalu pilih ‘Desktop’. Pilih ‘IP Configuration’, pilih ‘Static’ dan masukkan 192.168.1.253 pada IP Address. Tekan ‘Tab’ lalu masukkan 192.168.1.1 pada Default Gateway dan masukkan 192.168.1.254 pada DNS Server. Lalu close.
13. Masih di Server-PT WEB, pilih ‘Services’ lalu ‘HTTP’ dan pada ‘HTTP dan HTTPS’ pilih On dan close.
14. Ketiga, atur Server-PT DNS dengan cara : Klik ‘Server-PT DNS’ lalu pilih ‘Desktop’. Pilih ‘IP Configuration’, pilih ‘Static’ dan masukkan 192.168.1.254 pada IP Address. Tekan ‘Tab’ lalu masukkan 192.168.1.1 pada Default Gateway. Lalu close.
15. Masih di Server-PT DNS, pilih ‘Services’ lalu ‘HTTP’ dan pada ‘HTTP dan HTTPS’ pilih Off.
16. Selanjutnya pilih ‘DNS’, pada ‘Name’ isikan alamat web (semisal jarkom.kom) dan pada ‘Address’ isikan 192.168.1.253. Klik ‘Add’ lalu ‘On’ dan Close.
17. Uji hasil konfigurasi DHCP yang telah diatur dengan cara : Klik PC-PT pilih ‘Desktop’ lalu ‘IP Configuration’. Klik ‘DHCP’, jika muncul secara otomatis sesuai apa yang telah diatur yaitu IP Address = 192.168.1.10, Default Gateway : 192.168.1.1 dan DNS Server 192.168.1.254 maka konfigurasi telah berhasil.
18. Uji hasil konfigurasi WEB dan DNS dengan cara : Klik PC-PT pilih ‘Desktop’ lalu ‘Web Browser’ pada ‘URL’ ketikkan alamat webnya ‘jarkom.com’ lalu klik ‘Go’. Jika muncul tampilan web sesuai apa yang telah diatur maka konfigurasi telah berhasil.

B.   Simulasi 1 Router, 2 Jaringan (Jaringan 1 Kelas C (192.168.1.1) = 3 Server 1 Switch 3 PC dan Jaringan 2 Kelas B (172.16.1.1) = 2 Server 1 Switch 2 PC)
1.    Buatlah skema jaringan seperti di atas pada lembar kerja.
2.   Gunakan ‘2621XM’ untuk Routernya, ‘2960-24’ untuk Switchnya, ‘Server-PT’ untuk Servernya dan ‘PC-PT’ untuk PC.
3.   Pertama, atur Router dengan cara : Klik pada Router pilih ‘Config’ lalu ‘INTERFACE’ klik ‘FastEthernet0/0’ masukkan IP Address jaringan 1 Kelas C = 192.168.1.1 lalu tekan ‘Tab’ dan klik ‘On’. Selanjutnya klik ‘FastEthernet0/1’ masukkan IP Address jaringan 2 Kelas C = 172.16.1.1 lalu tekan ‘Tab’ dan klik ‘On’. Setelah itu Close.
4.   Kedua, atur Server DHCP pada Jaringan 1 menggunakan Kelas C dengan cara : Klik ‘Server-PT DHCP’ lalu pilih ‘Desktop’. Pilih ‘IP Configuration’, pilih ‘Static’ dan masukkan 192.168.1.10 pada IP Address. Tekan ‘Tab’ , isi Default Gateway dengan IP Address yang dimasukkan pada saat mengatur Router yaitu 192.168.1.1 lalu masukkan 192.168.1.254 pada DNS Server. Lalu close. Masih di Server-PT DHCP, pilih ‘Services’ lalu ‘HTTP’ dan pada ‘HTTP dan HTTPS’ pilih Off.
5.   Selanjutnya pilih ‘DHCP’, pada ‘Default Gateway’ isikan IP Address 192.168.1.1 dan pada ‘DNS Server’ isikan 192.168.1.254. Isi ‘Start IP Address’ dengan 192.168.1.20. Klik ‘Save’ lalu ‘On’ dan Close.
6.   Ketiga, atur Server WEB dan DNS pada Jaringan 1 menggunakan Kelas C dengan cara sama seperti langkah 12 – 16 pada Simulasi A.
7.   Keempat, uji hasil konfigurasi Server DHCP di setiap PC yang terhubung pada Jaringan 1 dengan cara yang sama seperti 17 pada Simulasi A. Jika muncul secara otomatis sesuai apa yang telah diatur yaitu IP Address = 192.168.1.20 (PC0), 192.168.1.21 (PC1)  dan 192.168.1.22 (PC2) dengan Default Gateway : 192.168.1.1 dan DNS Server 192.168.1.254 maka konfigurasi telah berhasil.
8.   Kelima, uji hasil konfigurasi Server WEB dan DNS di setiap PC yang terhubung pada Jaringan 1 dengan cara yang sama seperti langkah 18 pada Simulasi A.
9.   Keenam, atur Server DHCP pada Jaringan 2 menggunakan Kelas B dengan cara seperti langkah ke 4 – 5 hanya yang membedakan pada IP Address isikan 172.16.1.10, Default Gateway diisi 172.16.1.1 dan DNS Server diisi dengan IP Address DNS Server Jaringan 1 yaitu 192.168.1.254. Lalu pada ‘Start IP Address’ isi dengan 172.16.1.30.
10. Ketujuh, atur Server WEB pada Jaringan 2 menggunakan Kelas B dengan cara seperti langkah 12 – 13 pada Simulasi A. Dengan ketentuan IP Address 172.16.1.253 Default Gateway 172.16.1.1 dan DNS Server 192.168.1.254.
11.  Kedelapan, uji hasil konfigurasi Server DHCP disetiap PC yang terhubung pada Jaringan 2 dengan cara yang sama seperti langkah 17 pada Simulasi A. Jika muncul secara otomatis sesuai apa yang telah diatur yaitu IP Address = 172.16.1.30 (PC3) dan 172.16.1.31 (PC4) dengan Default Gateway : 172.16.1.1 dan DNS Server 192.168.1.254 maka konfigurasi telah berhasil.
12. Terakhir, uji hasil konfigurasi Server WEB disetiap PC yang terhubung pada Jaringan 2 dengan cara yang sama seperti langkah 18 pada Simulasi A.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar