CISCO I dan Simulasi Jaringan I
13.2A.21
Vadlya Maarif,
M.Kom.
I. Pengenalan Cisco Packet Tracer Student
Cisco Packet Tracer adalah tools e-learning yand dibuat
oleh Cisco yang akan mensimulasi cara kerja suatu jaringan berdasarkan topologi
dan konfigurasi yang diberlakukan oleh penggunanya persis seperti aslinya.
Terdapat beberapa devices yang umum digunakan dalam
pengguanaan Software Cisco Packet Tracer Student.
D. Connections
II. Latihan Simulasi Jaringan
A. Simulasi Jaringan Peer to Peer Antar 2 PC
1.
Buka Software Cisco Packet Tracer Student
2.
Pilih tools ‘End Device’ dan pilih ‘Generic’ untuk PC-PT (Komputer).
3.
Siapkan 2 buah PC-PT pada lembar kerja.
4.
Pilih tools ‘Connections’ untuk memilih media transmisi. Lalu pilih
‘Copper Cross-over’ untuk menghubungkan 2 PC secara langsung karena jenis
devicenya sama.
5.
Klik pada PC-0 lalu ‘FastEthernet’ dan langsung hubungkan ke PC-1
lalu ‘FastEthernet’.
6.
Setelah terhubung maka akan muncul dua titik hijau.
7.
Lalu atur IP Address dengan cara : Klik pada PC-0 pilih ‘Desktop’
lalu ‘IP Configuration’ dan pilih ‘Static’ untuk memasukan IP Address secara
manual. Ketikkan pada IP Address 192.168.10.1 lalu tekan ‘Tab’ maka Subnet Mask
akan terisi. Dan Close.
8.
Lakukan juga langkah ke – 7 untuk PC-1 dengan IP Address
192.168.10.2.
9.
Lakukan ‘ping’ ke IP Tujuan untuk meng-test koneksi dengan cara :
Klik pada PC-0 pilih ‘Desktop’ lalu ‘Command Prompt’. Ketikkan ‘ping
192.168.10.2’ untuk test koneksi dari PC-0 ke PC-1.
10. Jika muncul ‘Reply from‘
maka 2 PC tersebut sudah berhasil terkoneksi.
11. Jika masih ragu lakukan
langkah ke – 9 pada PC-1 dengan mengetikkan ‘ping 192.168.10.1’ untuk test
koneksi dari PC-1 ke PC-0.
12. Lalu cek apakah sukses atau
gagal dalam mengirim data dengan cara : Klik ‘Add Simple PDU’ dan klik pada
PC-0 lalu klik PC-1.
13. Lihat di ‘Properties Bar’
(sebelah kanan bawah) pada ‘Last Status’, jika ‘Successful’ maka antar PC sudah
dapat mengirim data dengan baik dan ‘Failed’ pasti ada kesalahan saat
men-setting.
B. Simulasi Jaringan menggunakan 4 PC dan 1 Switch
1.
Pilih tools ‘End Device’ dan pilih ‘Generic’ untuk PC-PT (Komputer).
2.
Siapkan 4 buah PC-PT pada lembar kerja.
3.
Pilih tools ‘Switches’ dan pilih ‘Generic’ untuk Switch-PT.
4.
Siapkan 1 buah Switch-PT pada lembar kerja.
5.
Lalu pilih tools ‘Connections’ untuk memilih media transmisi. Lalu
pilih ‘Copper Straight-Through’ untuk menghubungkan Switch pada masing – masing
PC karena devicenya berbeda.
6.
Klik pada PC-0 lalu ‘FastEthernet’ dan hubungkan ke Switch, lakukan
juga pada PC-1, PC-2 dan PC-3.
7.
Setelah terhubung maka akan muncul titik hijau.
8.
Lalu atur IP Address pada masing – masing PC dengan cara : Klik pada
PC-0 pilih ‘Desktop’ lalu ‘IP Configuration’ dan pilih ‘Static’ untuk memasukan
IP Address secara manual. Ketikkan pada IP Address 192.168.10.1 lalu tekan
‘Tab’ maka Subnet Mask akan terisi. Dan Close.
9.
Lakukan juga langkah ke – 8 untuk PC-1 = IP Address 192.168.10.2 ,
PC-2 = IP Address 192.168.10.3 dan PC-3 = IP Address 192.168.10.4.
10. Lakukan ‘ping’ ke IP Tujuan
untuk meng-test koneksi dengan cara : Klik pada PC-0 pilih ‘Desktop’ lalu
‘Command Prompt’. Ketikkan ‘ping 192.168.10.2’ untuk test koneksi dari PC-0 ke
PC-1.
11. Jika muncul ‘Reply from‘
maka 2 PC tersebut sudah berhasil terkoneksi dengan digunakannya Switch pada
jaringan.
12. Lakukan juga langkah ke – 10
pada PC-0 untuk test koneksi dari PC-0 ke PC-2 dan dari PC-0 ke PC-3 dengan
mengetikkan ‘ping <IP Address Tujuan>’.
13. Lalu cek apakah sukses atau
gagal dalam mengirim data dengan digunakannya Switch pada jaringan, dengan cara
: Klik ‘Add Simple PDU’ dan klik pada PC-0 lalu klik PC-1.
14. Lihat di ‘Properties Bar’
(sebelah kana bawah) pada ‘Last Status’, jika ‘Successful’ maka antar PC sudah
dapat mengirim data dengan baik dan ‘Failed’ pasti ada kesalahan saat
men-setting.
15. Lakukan langkah ke – 13
untuk meng-cek dari PC-0 ke PC-2 dan dari PC-0 ke PC-3.
C. Simulasi menggunakan 8 PC, 2 Switch dan 1 Router (IP Address dengan Kelas berbeda)
1.
Pilih tools ‘Routers’ lalu pilih ‘Generic’ untuk Router-PT.
2.
Siapkan 1 buah router pada lembar kerja.
3.
Siapkan dua buah jaringan masing – masing menggunakan 4 PC-PT dan 1 ‘2950-24
Switch’ (ikuti langkah 1 – 5 pada Simulasi B).
4.
Lalu pilih tools ‘Connections’ untuk memilih media transmisi. Lalu
pilih ‘Copper Straight-Through’. Hubungkan masing – masing Switch ke Router.
5.
Setelah siap akan seperti dibawah ini. Muncul titik merah, itu
menandakan dua jaringan tersebut belum saling terkoneksi.
6.
Maka atur Router agar bisa menghubungkan dua jaringan tersebut
dengan cara : Klik pada Router lalu pilih ‘Config’. Pada ‘INTERFACE’ pilih
‘FastEthernet0/0’ untuk mengatur jaringan 1 lalu klik ‘On’. Isi IP Address
jaringan 1 (Kelas C) yaitu 192.168.1.10 dan tekan ‘Tab’ untuk Subnet Masknya.
7.
Setelah jaringan 1 sudah diatur, pilih ‘FastEthernet1/0’ untuk
mengatur jaringan 2 lalu klik ‘On’. Isi IP Address jaringan 2 (Kelas A) yaitu
10.1.1.10 dan tekan ‘Tab’ untuk Subnet Masknya. Dan Close.
8.
Selanjutnya atur IP Address pada masing – masing PC di setiap
jaringan (ikuti langkah 8 dan 9 pada Simulasi B). IP Address yang digunakan
Jaringan 1 = Kelas C (192.168.1.1 dst) dan Jaringan 2 = Kelas A (10.1.1.1 dst)
serta isi ‘Default Gateway’ dengan IP Address yang dimasukkan pada settingan
router yaitu 192.168.1.10 untuk jaringan 1 dan 10.1.1.10 untuk jaringan 2.
9.
Lakukan ‘ping’ ke IP Tujuan dari Jaringan 1 ke Jaringan 2 untuk
meng-test koneksi antar dua jaringan tersebut dengan cara (ikuti langkah 10 pada
simulasi B) : Jika dari PC-1 Jaringan 1 ke PC-4 Jaringan 2 maka ketikkan ‘ping
10.1.1.1’ dan Jika dari PC-5 Jaringan 2 ke PC-0 Jaringan 1 maka ketikkan ‘ping
192.168.1.1’.
10. Jika muncul ‘Reply from‘
maka 2 jaringan tersebut sudah berhasil terkoneksi dengan digunakannya Router
pada jaringan tersebut.
11. Lalu cek apakah sukses atau
gagal dalam mengirim data dengan digunakannya Router pada jaringan, dengan cara
: Klik ‘Add Simple PDU’ dan klik pada PC-2 Jaringan 1 lalu klik PC-6 Jaringan 2
dan lakukan sebaliknya dari Jaringan 2 ke Jaringan 1.
12. Lihat di ‘Properties Bar’ (sebelah kana bawah) pada ‘Last Status’,
jika ‘Successful’ maka antar PC sudah dapat mengirim data dengan baik dan
‘Failed’ pasti ada kesalahan saat men-setting.