Selasa, 03 April 2018

Subnetting

SUBNETTING
13.2A.21
Vadlya Maarif, M.Kom.

I.      Pengertian Subnetting
Subnetting adalah membagi jaringan ke dalam beberapa bagian dengan ‘memecah’ host id subnet mask untuk dijadikan beberapa network id baru bagi jaringan – jaringan yang lebih kecil. Sederhananya, subnet mask seperti yang ada dibawah ini, masih masih bisa dibagi lagi menjadi beberapa rentang jaringan kecil.

Kelas
Subnet Mask
Biner
A
255.0.0.0
11111111.00000000.00000000.00000000
B
255.255.0.0
11111111.11111111.00000000.00000000
C
255.255.255.0
11111111.11111111.11111111.00000000

II.    Kegunaan Subnetting
1.   Mengurangi kepadatan lalu lintas data di jaringan
Prinsip dasar subnetting adalah memecah sebuah subnet menjadi beberapa subnet yang lebih kecil. Misalkan ada 1 jaringan dengan 256 host, maka untuk mengurangi beban jaringan kita bisa memecahnya menjadi 4 jaringan yang masing – masing terdiri terdiri dari 64 host. Satu jaringan dengan 256 host tentu aktivitasnya lebih padat dibandingkan 64 host.
2.  Mengoptimalkan performa jaringan
Jika kepadatan lalu lintas data bisa dikurangi, performa jaringan ikut meningkat.
3.  Memudahkan pengelolaan
Membagi sebuah jaringan besar menjadi beberapa jaringan kecil akan memudahkan pengelolaan.

III.   Cara Menghitung Subnetting
Sebelumnya, disini akan dijelaskan mulai dari Bagaimana Dasar Perhitungan Subnetting, Contoh Perhitungan Subnetting pada IP Kelas C, dan Perhitungan Subnetting dengan CIDR (Classless Inter - Domain Routing) beserta contohnya.
A.  Dasar Perhitungan Subnetting
1.   Menentukan Jumlah Subnet Baru
Perhitungan untuk menentukan jumlah subnet baru dapat dilakukan dengan cara : angka 2 dipangkatkan dengan banyaknya angka 1 binary pada octet host id dari subnet mask.
2N = Jumlah Subnet

2.  Menentukan Jumlah Host Per Subnet
Perhitungan untuk menentukan jumlah host per subnet dapat dilakukan dengan cara : angka 2 dipangkatkan dengan banyaknya angka 0 binary dari subnet mask, kemudian dikurangi 2.
2H – 2 = Jumlah Subnet

3.  Menentukan Blok Subnet/Range
Perhitungan untuk menentukan rentang blok subnet adalah dengan mengurangi angka 256 dengan nilai desimal dari octet terakhir. Misalkan diketahui subnet mask 255.255.255.224, maka 256 – 224 = 32. Berikutnya hitung kelipatan 32, maka 32 + 32 = 64 sampai dengan 192 + 32 = 224. Jadi total blok subnet/range adalah 0,32,64,96,128,160,192,224.
256 – Nilai Octet Terakhir Subnet Mask

4.  Menentukan alamat subnet, host dan broadcast yang valid.

B.  Contoh Perhitungan Subnetting pada IP Kelas C
Diketahui sebuah jaringan dengan alamat 192.168.10.0 memiliki subnet mask 255.255.255.224.
1.   Jumlah subnet baru
Nilai biner dari 255.255.255.224 adalah :
11111111.11111111.11111111.11100000
Alamat jaringan adalah kelas C dengan subnet mask default 255.255.255.0. Rumus untuk menentukan jumlah subnet baru adalah 2­­N dimana N adalah banyaknya angka biner (1) dari octet host id kelas C yang dimodifikasi (11000000). Kemudian dari octet tersebut didapatkan jumlah angka biner (1) adalah 3 digit, sehingga 23 = 8 . Maka jumlah subnet baru untuk alamat 192.168.10.0 dengan subnet mask 255.255.255.224 adalah 8.

2.  Jumlah host per subnet
Rumus untuk menentukan jumlah hos per subnet adalah 2H – 2 , H adalah banyaknya bit (0), host dari subnet mask (11000000). Didapatkan jumlah bit dalam subnet mask adalah 5 digit, sehingga 25 – 2 = 30. Maka jumlah host pada tiap – tiap subnet untuk alamat 192.168.10.0 dengan subnet mask 255.255.255.224 adalah 30.

3.  Blok subnet/Range
Blok subnet/range = 256 – Nilai octet terakhir subnet mask. Octet terakhir subnet mask adalah 224 (255.255.255.224), maka 256 – 224 = 32. Nilai subnet berikutnya adalah kelipatan 32 dan berakhir pada angka 224, yaitu 32 + 32 = 64, 64 + 32 = 96 , dan seterusnya sampai 192 + 32 = 224. Hitung kelipatan dimulai dari angka 0, maka total subnetnya adalah 0,32,64,96,128,160,192,224.

4.  Tentukan alamat subnet, host,dan broadcast yang valid
Setelah mendapatkan jumlah subnet baru, host, dan blok subnet/range, maka subnet, host, dan broadcast yang valid dari alamat jaringan 192.168.10.0 dengan subnet mask 255.255.255.224 adalah :
ü  Subnet 1 (Subnet Zero)
Alamat Subnet            : 192.168.10.0
Alamat Host Pertama     : 192.168.10.1
Alamat Host Terakhir     : 192.168.10.30
Alamat Broadcast         : 192.168.100.31
ü  Subnet 2
Alamat Subnet            : 192.168.10.32
Alamat Host Pertama     : 192.168.10.33
Alamat Host Terakhir     : 192.168.10.62
Alamat Broadcast         : 192.168.10.63
ü  Subnet 3
Alamat Subnet            : 192.168.10.64
Alamat Host Pertama     : 192.168.10.65
Alamat Host Terakhir     : 192.168.10.94
Alamat Broadcast         : 192.168.10.95
ü  Subnet 4
Alamat Subnet            : 192.168.10.96
Alamat Host Pertama     : 192.168.10.97
Alamat Host Terakhir     : 192.168.10.126
Alamat Broadcast         : 192.168.10.127
ü  Subnet 5
Alamat Subnet            : 192.168.10.128
Alamat Host Pertama     : 192.168.10.129
Alamat Host Terakhir     : 192.168.10.158
Alamat Broadcast         : 192.168.10.159
ü  Subnet 6
Alamat Subnet            : 192.168.10.160
Alamat Host Pertama     : 192.168.10.161
Alamat Host Terakhir     : 192.168.10.190
Alamat Broadcast         : 192.168.10.191
ü  Subnet 7
Alamat Subnet            : 192.168.10.192
Alamat Host Pertama     : 192.168.10.193
Alamat Host Terakhir     : 192.168.10.222
Alamat Broadcast         : 192.168.10.223
ü  Subnet 8 (Subnet One)
Alamat Subnet            : 192.168.10.224
Alamat Host Pertama     : 192.168.10.225
Alamat Host Terakhir     : 192.168.10.254
Alamat Broadcast         : 192.168.10.255

C.  Perhitungan Subnetting dengan CIDR (Classless Inter - Domain Routing)
CIDR (Classless Inter - Domain Routing) adalah cara alternatif mengalokasikan IP Address, selain dengan kategori kelas A, B, C, D dan E yang diperkenalkan oleh IETF (Internet Engineering Task Force) pada tahu 1993. Oleh karena itu CIDR juga disebut sebagai Classless Network dan untuk metode dengan kategori kelas disebut sebagai Classful Network.
Metode ini memiliki kelebihan dalam hal efisiensi untuk memaksimalkan penggunaan IP Address dibandingkan jika menggunakan metode alokasi dengan kelas. CIDR umum digunakan pada penerapan jaringan internet atau biasa digunakan oleh provider internet (ISP) untuk mengelompokkan IP Address.
Pada CIDR subnet mask mewakili dengan prefix dalam bentuk notasi garis miring (/). Contoh :
Classful  : IP : 192.168.10.0 Subnet : 255.255.255.0
CIDR     : 192.168.10.10 / 24
Angka 24 berarti banyaknya jumlah bit (1) dalam subnet mask, yaitu 11111111.11111111.11111111.00000000 atau sama dengan 255.255.255.0.

D.  Contoh Perhitungan Subnetting dengan CIDR
Diketahui sebuah jaringan dengan alamat 192.168.10.0 / 30.
1.   Jumlah subnet baru
Nilai biner dari /30 adalah :
Bilangan
1 octet IPv4
Total
Biner
1
1
1
1
1
1
1
1
8
Desimal
128
64
32
16
8
4
2
1
255

11111111.11111111.11111111.11111100 atau sama dengan 255.255.255.252 dari (128+64+32+16+8+4 = 252).
IP Address adalah kelas C dengan subnet mask default 255.255.255.0. Rumus untuk menentukan jumlah subnet baru adalah 2­­N dimana N adalah banyaknya angka biner (1) dari octet host id kelas C yang dimodifikasi (11111100). Kemudian dari octet tersebut didapatkan jumlah angka biner (1) adalah 6 digit, sehingga 26 = 64 . Maka jumlah subnet baru untuk alamat 192.168.10.0 / 30 dengan subnet mask 255.255.255.252 adalah 64.

2.  Jumlah host per subnet
Rumus untuk menentukan jumlah hos per subnet adalah 2H – 2 , H adalah banyaknya bit (0), host dari subnet mask (11111100). Didapatkan jumlah bit dalam subnet mask adalah 2 digit, sehingga 22 – 2 = 2. Maka jumlah host pada tiap – tiap subnet untuk alamat 192.168.10.0 / 30 dengan subnet mask 255.255.255.252 adalah 2.

3.  Blok subnet/Range
Blok subnet/range = 256 – Nilai octet terakhir subnet mask. Octet terakhir subnet mask adalah 252 (255.255.255.252), maka 256 – 252 = 4. Nilai subnet berikutnya adalah kelipatan 4 dan berakhir pada angka 252, yaitu 4 + 4 = 8, 8 + 4 = 12 , dan seterusnya sampai 248 + 4 = 252. Hitung kelipatan dimulai dari angka 0, maka total subnetnya adalah 0,4,8,12,16,20,24,28,32,36 ..... 252.

4.  Tentukan alamat subnet, host,dan broadcast yang valid
Setelah mendapatkan jumlah subnet baru, host, dan blok subnet/range, maka subnet, host, dan broadcast yang valid dari alamat jaringan 192.168.10.0 / 30 dengan subnet mask 255.255.255.252 adalah :
Subnet
Alamat Subnet
Alamat Host Awal
Alamat Host Akhir
Alamat Broadcast
1 (Zero)
192.168.10.0
192.168.10.1
192.168.10.2
192.168.10.3
2
192.168.10.4
192.168.10.5
192.168.10.6
192.168.10.7
3
192.168.10.8
192.168.10.9
192.168.10.10
192.168.10.11
4
192.168.10.12
192.168.10.13
192.168.10.14
192.168.10.15
5
192.168.10.16
192.168.10.17
192.168.10.18
192.168.10.19
6
192.168.10.20
192.168.10.21
192.168.10.22
192.168.10.23
7
192.168.10.24
192.168.10.25
192.168.10.26
192.168.10.27
8
192.168.10.28
192.168.10.29
192.168.10.30
192.168.10.31
9
192.168.10.32
192.168.10.33
192.168.10.34
192.168.10.35
10
192.168.10.36
192.168.10.37
192.168.10.38
192.168.10.39
11
192.168.10.40
192.168.10.41
192.168.10.42
192.168.10.43
12
192.168.10.44
192.168.10.45
192.168.10.46
192.168.10.47
13
192.168.10.48
192.168.10.49
192.168.10.50
192.168.10.51
14
192.168.10.52
192.168.10.53
192.168.10.54
192.168.10.55
15
192.168.10.56
192.168.10.57
192.168.10.58
192.168.10.59
16
192.168.10.60
192.168.10.61
192.168.10.62
192.168.10.63
17
192.168.10.64
192.168.10.65
192.168.10.66
192.168.10.67
18
192.168.10.68
192.168.10.69
192.168.10.70
192.168.10.71
19
192.168.10.72
192.168.10.73
192.168.10.74
192.168.10.75
20
192.168.10.76
192.168.10.77
192.168.10.78
192.168.10.79
21
192.168.10.80
192.168.10.81
192.168.10.82
192.168.10.83
22
192.168.10.84
192.168.10.85
192.168.10.86
192.168.10.87
23
192.168.10.88
192.168.10.89
192.168.10.90
192.168.10.91
24
192.168.10.92
192.168.10.93
192.168.10.94
192.168.10.95
25
192.168.10.96
192.168.10.97
192.168.10.98
192.168.10.99
26
192.168.10.100
192.168.10.101
192.168.10.102
192.168.10.103
27
192.168.10.104
192.168.10.105
192.168.10.106
192.168.10.107
28
192.168.10.108
192.168.10.109
192.168.10.110
192.168.10.111
29
192.168.10.112
192.168.10.113
192.168.10.114
192.168.10.115
30
192.168.10.116
192.168.10.117
192.168.10.118
192.168.10.119
31
192.168.10.120
192.168.10.121
192.168.10.122
192.168.10.123
32
192.168.10.124
192.168.10.125
192.168.10.126
192.168.10.127
33
192.168.10.128
192.168.10.129
192.168.10.130
192.168.10.131
34
192.168.10.132
192.168.10.133
192.168.10.134
192.168.10.135
35
192.168.10.136
192.168.10.137
192.168.10.138
192.168.10.139
36
192.168.10.140
192.168.10.141
192.168.10.142
192.168.10.143
37
192.168.10.144
192.168.10.145
192.168.10.146
192.168.10.147
38
192.168.10.148
192.168.10.149
192.168.10.150
192.168.10.151
39
192.168.10.152
192.168.10.153
192.168.10.154
192.168.10.155
40
192.168.10.156
192.168.10.157
192.168.10.158
192.168.10.159
41
192.168.10.160
192.168.10.161
192.168.10.162
192.168.10.163
42
192.168.10.164
192.168.10.165
192.168.10.166
192.168.10.167
43
192.168.10.168
192.168.10.169
192.168.10.170
192.168.10.171
44
192.168.10.172
192.168.10.173
192.168.10.174
192.168.10.175
45
192.168.10.176
192.168.10.177
192.168.10.178
192.168.10.179
46
192.168.10.180
192.168.10.181
192.168.10.182
192.168.10.183
47
192.168.10.184
192.168.10.185
192.168.10.186
192.168.10.187
48
192.168.10.188
192.168.10.189
192.168.10.190
192.168.10.191
49
192.168.10.192
192.168.10.193
192.168.10.194
192.168.10.195
50
192.168.10.196
192.168.10.197
192.168.10.198
192.168.10.199
51
192.168.10.200
192.168.10.201
192.168.10.202
192.168.10.203
52
192.168.10.204
192.168.10.205
192.168.10.206
192.168.10.207
53
192.168.10.208
192.168.10.209
192.168.10.210
192.168.10.211
54
192.168.10.212
192.168.10.213
192.168.10.214
192.168.10.213
55
192.168.10.216
192.168.10.217
192.168.10.218
192.168.10.219
56
192.168.10.220
192.168.10.221
192.168.10.222
192.168.10.223
57
192.168.10.224
192.168.10.225
192.168.10.226
192.168.10.227
58
192.168.10.228
192.168.10.229
192.168.10.230
192.168.10.231
59
192.168.10.232
192.168.10.233
192.168.10.234
192.168.10.235
60
192.168.10.236
192.168.10.237
192.168.10.238
192.168.10.239
61
192.168.10.240
192.168.10.241
192.168.10.242
192.168.10.243
62
192.168.10.244
192.168.10.245
192.168.10.246
192.168.10.247
63
192.168.10.248
192.168.10.249
192.168.10.250
192.168.10.251
64 (One)
192.168.10.252
192.168.10.253
192.168.10.254
192.168.10.255

Referensi :
Irawan (2013). Jaringan Komputer untuk Orang Awam Edisi ke – 2. Palembang : Penerbit Maxikom.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar